Dana MTN Rp 50 Miliar Diduga Dinikmati ‘Tikus Tikus’ di Bank NTT

Terkait hal ini, Fraksi PKB DPRD NTT dalam sidang paripurna pembahasan Ranperda perubahan tentang penyertaan modal untuk Bank NTT, telah mengingatkan manajemen Bank NTT, agar membenahi dan menata kembali pemberian kredit kepada nasabah yang tidak kredibel.

“Sebelumnya PKB sudah ingatkan. Ini harus diselesaikan karena jika tidak, dari waktu ke waktu akan terjadi collapse, kekosongan uang dan rakyat jadi korban,” katanya. 

Berdasarkan informasih yang dihimpun, dalam hasil pemeriksaan 3.11, PT Bank NTT pada tahun 2018, melakukan penempatan dana dalam bentuk Medium Term Notes (MTN) PT SNP senilai Rp 50 miliar dengan jangka waktu 24 bulan dan nilai kupon 10.50%. Penempatan dana tersebut, berpotensi merugikan PT Bank NTT.

Dan Investasi pembelian Medium Term Notes (MTN) tersebut, dilakukan tanpa didahului due diligence/audit riwayat keuangan dan berpedoman pada mekanisme penempatan dana antar bank.

Pasalnya, Bank NTT belum memiliki pedoman pada mekanisme penempatan terkait prosedur dan batasan nilai pembelian Medium Term Notes (MTN) dan pembelian Medium Term Notes (MTN) tidak termasuk dalam rencana bisnis PT Bank NTT tahun 2018. Dengan demikian akan terjadi gagal bayar yang berpotensi merugikan PT Bank NTT.

“Sangat jelas ada hal yang patut diduga bermasalah. Untuk itu, manajemen Bank NTT harus menyelesaikannya. Bank diberi waktu 60 hari untuk memperbaiki atau menelusuri ke mana uang ini. Tapi ternyata sampai hari ini tidak tidak ada jawaban yang menggembirakan,” pungkas Anggota Fraksi PKB DPRD NTT.

Sumber: VoxNTT
Editor: Alvin Lamaberaf