Buntut Kritik Pedas Pemerintah, Jack Ma Hilang dan Alibaba serta Ant Group Senilai Rp 806 Triliun Miliknya diambil Alih Pemerintah RRC

Presiden China Xi Jinping dan Jack Ma (kanan) yang hingga saat ini tidak tahu keberadaannya. Kini Perusahaan yang didirikannya diambil alih oleh pemerintahan Xi Jinping. Foto: ISTIMEWA
Presiden China Xi Jinping dan Jack Ma (kanan) yang hingga saat ini tidak tahu keberadaannya. Kini Perusahaan yang didirikannya diambil alih oleh pemerintahan Xi Jinping. Foto: ISTIMEWA

Buntut Kritik Pedas Pemerintah, Jack Ma Hilang dan Alibaba serta Ant Group Senilai Rp 806 Triliun Miliknya diambil Alih Pemerintah RRC

SURYAFLOBAMORA.COM – Buntut sejak Jack Ma melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah RRC akhir Oktober 2020, Jack Ma menghilang dan perusahaan miliknya, Alibaba dan Ant Group akan diambil negara.

Sebuah laporan mengindikasikan bahwa pemerintah China kemungkinan besar mengambil alih perusahaan Alibaba dan Ant Group dari Jack Ma.

Melansir IB Times, Jumat (8/1/2021) Partai Komunis yang berkuasa di China sebelumnya telah melangkah lebih jauh dengan melakukan penyelidikan anti-monopoli ke raksasa e-commerce Alibaba dan Ant Group.

“Berdasarkan informasi yang diterima oleh Administrasi Negara untuk regulasi Pasar dalam beberapa hari terakir, pemerintah akan menyelidiki Alibaba, karena dugaan monopoli,” demikian pernyataan pemerintah China.

Selain Alibaba, penyelidikan juga dilakukan terhadap raksasa media sosial Tencent dan perusahaan e-commerce Meituan.

Menurut Song Qing, orang dalam di industri keuangan internet, penyelidikan anti-monopoli menunjukkan bahwa mereka kemungkinan akan mengambil alih Ant Group dan Alibaba.

“Nanti pasti ada hasilnya, sekarang mereka sedang melakukan penyelidikan… [tindakan] itu mungkin datang dari level tertinggi [partai],” ujar Song Qing kepada Radio Free Asia.

Beberapa hari lalu, media corong Partai Komunis China, People’s Daily mengatakan bahwa penyelidikan anti-monopoli pemerintah akan mengarah pada perkembangan yang lebih baik.

Song Qing, sepakat dengan pandangan itu.

“Beberapa pekan lalu, mereka telah merencanakan untuk mengambil alih Ant Group dan Alibaba; waktunya jelas disengaja… Semua rencana datang dari pimpinan pusat,” ujar Qing dikutip dari IB Times.

Dia juga menambahkan bahwa pemerintah China sengaja memberikan ‘pelajaran’ untuk Alibaba.

“Pengambil alihan ini pasti terjadi, dan [penyelidikan anti-monopoli] mungkin akan mempercepat proses itu… Hal itu juga, menurut saya, sengaja untuk memberikan pelajaran [bagi Ant dan Alibaba],” pungkas Qing.

China Dikabarkan Meminta Data Konsumen Ant Group

BACA:Sejoli dari NTT Naik Sriwijaya Air SJ182 Pakai KTP Bukan Miliknya , Begini Cerita

BACA:Gubernur NTT Viktor Laiskodat Positif Covid-19

BACA:Awal Tahun 2021 Pembunuhan Paling Sadis Terjadi di TTS NTT Bikin Bulu Roma Bergidik