Kata Ahmat Atang: Konsolidasi dan Sumberdaya Jadi Pilihan Awal Thomas dan Rihi Heke

Bupati Lembata, Dr.Thomas Langoday bersama Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke dan Yohanis Uly Kale (foto: Eman Krova)
Bupati Lembata, Dr.Thomas Langoday bersama Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke dan Yohanis Uly Kale (foto: Eman Krova)

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM-
Hari ini sejarah mencatat, di era pandemi Covid-19, dua kepemimpinan baru di Nusa Tenggara Timur, dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Yakni Dr.Thomas Ola Langoday menjadi Bupati Lembata dan Nikodemus Rihi Heke – Yohanis Uly Kale menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua.

Hadirnya dua kemimpinan baru ini, memberi kepercayan bagi rakyat Lembata dan Sabu Raijua, untuk menaruh harapan besar akan datangnya perubahan.

Hal itu pun mengundang respon akademisi Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmat Atang.

“Selamat atas dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua dan Bupati Lembata oleh Gubernur NTT,” ungkap Ahmat Atang, Kamis (16/9/2021).

Kata Ahmat Atang, pelantikan kepala daerah dua kabupaten tersebut, memberi kepastian akan kepemimpinan lokal, yang selama ini masih dijabat oleh pejabat Bupati sebagaimana di Sabu Raijua dan pelaksana tugas di Kabupaten Lembata.

“Dengan demikian, masyarakat Sabu Raijua dan Lembata, telah memiliki kepala daerah definitif,” kata Ahmat Atang.

Pakar Politik dan Administrasi Negara ini mengatakan, dilihat dari rentang waktu yang tersisa, untuk Kabupaten Sabu Raijua dan Lembata, sangat singkat.

Masyarakat tidak terlalu banyak berharap akselerasi pembangunan yang maksimal. Hal ini, tidak berarti bahwa tidak ada yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Namun, masyarakat harus realistis, bahwa tuntutan perubahan begitu besar, sementara waktu sangat singkat.

“Masyarakat harus realistis. Sabu Raijua efektif hanya 2 tahun kepemimpinan dan Lembata hanya 7 bulan,” kata Ahmat Atang.

Menurutnya, dalam rentang waktu yang singkat itu, kedua kepala daerah yang dilantik, harus dapat memilih program prioritas, untuk dilaksanakan dalam jangka waktu yang tersisa.

Ada 3 (tiga) hal yang perlu dilakukan kedua kepala daerah ini setelah dilantik. Pertama, melakukan konsolidasi organisasi dan sumber daya, untuk mendukung program pembangunan.