5 Pesan Amppera Kupang untuk Bupati Thomas Langoday

Aksi demonstrasi Ammpera Kupang saat pelantikan Bupati Lembata Dr. Thomas Langoday, Kamis (16/9/2021) Foto: Eman Krova
Aksi demonstrasi Ammpera Kupang saat pelantikan Bupati Lembata Dr. Thomas Langoday, Kamis (16/9/2021) Foto: Eman Krova

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM- Pelantikan Dr. Thomas Ola Langoday menjadi Bupati Lembata sisa masa jabatan periode 2017-2022, diwarnai aksi demonstrasi Ammpera Kupang, Kamis 16 September 2021.

Dalam aksi itu, Ammpera Kupang menitipkan 5 (lima) pesan untuk Bupati Lembata, agar bisa dituntaskan dalam masa kepemimpinannya.

Lima pesan tersebut, merupakan rangkaian masalah panjang yang belum tuntas terjawab dan menjadi keluhan masyarakat Lembata. Di antaranya; tuntaskan masalah BBM, wujudkan birokrasi bersih KKN, optimalisasi pembangunan infrastruktur, copot Kadis bermasalah dan tuntaskan persoalan hukum.

“Kehadiran kami tidak untuk mengganggu proses pelantikan. Tetapi ini merupakan bentuk dukungan moril untuk Bupati Lembata,” kata Hendi Making Kodinator Aksi.

Katanya, masyarakat Kabupaten Lembata sangat merindukan kesejahteraan dalam masa kepemimpinan Thomas Langoday sebagai Bupati Lembata dalam beberapa bulan ke depan.

Setelah dilantik menjadi Bupati Lembata, Thomas Langoday harus mampu menjadi pemimpin yang mampu menyelesaikan semua persoalan yang ditinggalkan pasca meninggalnya Almarhum Bupati Eliazer Yentji Sunur.

“Bapak Thomas harus bisa selesaikan persoalan ini dan mampu menjalankan roda pemerintahan secara baik. Masyarakat menitipkan sejumlah persoalan di pundakmu bapak Thomas Langoday,” tegasnya.

Amppera Kupang sangat percaya, bahwa Kabupaten Lembata di bawah kepemimpinan Thomas Langoday, mampu menuntaskan semua persoalan ini dan ciptakan perubahan di Lembata.

“Kami sangat percaya, beliau mampu selesaikan semua persoalan ini dan pasti akan ada perubahan,” kata Hendi.

Dan pada prinsipnya, Amppera Kupang mendukung dan siap mengawal kepemimpinan Bupati Thomas Langoday.

“Semoga kepemimpinan bapak Thomas Langoday, tidak keluar dari koridor yang tidak kita inginkan bersama,” pungkas Hendi Making.

Penulis: Protus Burin
Editor: Alvin Lamaberaf