Lembata Perketat Pengawasan Covid 19, Setelah Dibiarkan Bebas

LEMBATA, SURYAFLOBAMORA.COM- Pemerintah Kabupaten Lembata kembali perketat pengawasan terhadap penyebaran virus Covid 19, setelah kaget dengan bertambahnya pasien positif Covid 19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelumnya, dalam sebulan ini, Pemda Lembata tidak melakukan pengawasan, seperti di pintu masuk beberapa pelabuhan, bandara, ruang publik dan sejumlah acara pesta yang melibatkan banyak orang.

Pengawasan kembali Covid 19 oleh Pemda Lembata, mulai dilakukan dengan menertibkan jadwal operasi kapal penumpang antar pulau atau kabupaten/kota dan frekuensi pelayaran, yang mulai berlaku Selasa (15/9).

Dalam surat yang dikeluarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali menyebutkan, frekuensi pelayaran antar pulau menggunakan angkutan umum pelayaran rakyat, diubah menjadi lima kali seminggu. Yakni pada hari Sabtu, Minggu, Senin, Selasa dan Rabu. Pelayaran kapal tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

Terkait hal tersebut, Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur mengatakan, perubahan jadwal pelayaran antar pulau akan mengalami perubahan seiring peningkatan kasus Covid 19 di NTT.

“Kalau kasus Covid 19 meningkat, kita akan lakukan pembatasan kembali,” kata Yentji Sunur.

Lembata Bebas

Diberitakan sebelumnya, dalam sebulan ini, Lembata sudah bebas atau tidak lagi menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

Hal itu tampak terlihat di beberapa kawasan, seperti Pelabuhan Lewoleba, Pelabuhan Fery Waijarang, Bandara Wunopito dan wilayah lainnya yang menjadi pintu masuk dan keluarnya orang.

Tidak saja itu, kesadaran warga untuk menggunakan masker saat berada di ruang publik, transportasi umum, tempat pesta, sangat minim bahkan dianggap sepeleh.

Bahkan 23 Anggota DPRD Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang baru saja mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) di Jakarta, telah kembali ke Lembata, tanpa diterapkannya protokol kesehatan Covid 19.

Sementara, Anggota DPRD dan sejumlah rombongan Pemda Lembata, berasal dari zona merah penyebaran kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia yang mencapai 45.446 orang.

Editor: Alvin Lamaberaf