5000 Vaksin Covid-19 Pemkot Kupang Menumpuk di Gudang

Vaksinasi Covid-19 di Kampus Unwira Kupang (Foto: Ama Beding)
Vaksinasi Covid-19 di Kampus Unwira Kupang (Foto: Ama Beding)

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM- Sekitar 5000 vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca milik Pemerintah Kota Kupang masih menumpuk di gudang dan terancam kedaluwarsa.

Pasalnya, sampai saat ini vaksin tersebut belum didistribusikan oleh Pemerintah Kota Kupang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTT, dr. Meserasi Atupah, Senin kemarin.

“Ini akibat dari lambatnya distribusi dan Dinkes Kota Kupang memanfaatkan pihak ketiga untuk percepatan vaksinasi,” kata dr. Mese.

Menurutnya, dengan melibatkan pihak ketiga dalam percepatan vaksinasi, justru menyebabkan stok vaksin milik Dinkes Kota Kupang menumpuk dan tidak digunakan.

“Kondisi ini telah disiasati dan meminta Pemda lain untuk menggunakan vaksin itu. Kita juga punya Faskes dan tenaga kesehatan yang dapat dilatih, jika masih kekurangan tenaga vaksinator,” jelasnya.

Kata dr. Mese, dirinya sangat kecewa terhadap sikap Dinkes Kota Kupang yang sangat lamban menggunakan vaksin untuk kebutuhan masyarakat.

“Saya sangat kecewa. Justru masyarakat di Kota Kupang sedang antusias demi mendapat layanan vaksin, karena itu sudah jadi salah satu kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Mese menyarankan, agar vaksin yang hingga kini belum digunakan oleh Dinkes Kota Kupang, segera didistribusi ke daerah lain, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Sekali lagi, ini vaksin sangat dibutuhkan. Saya pikir semua tidak pilih-pilih. Di mana saja semua orang pasti terima,” ungkapnya.

Mese mengimbau, agar distribusi vaksin di kabupaten lainnya di NTT, untuk tidak meniru apa yang dilakukan Dinkes Kota Kupang. Para pejabat dan petugas kesehatan di Kabupaten/Kota se-NTT diharapkan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa mengikuti vaksin.

“Jangan tiru Kota Kupang,” pungkasnya.

Penulis: Gusty Muda
Editor: Alvin Lamaberaf