Hasil Survey WRC! Airlangga Hartarto Ketua Parpol Paling Berpeluang di Pilpres 2024

Ketua Umum Partai Golkar terpilih, Airlangga Hartarto memberi sambutan saat penutupan Musyawarah Nasional X Partai Golkar di Jakarta, Kamis (5/12/2019). Forum Musyawarah Nasional Partai Golkar menyepakati dan menetapkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum periode 2019-2024 secara aklamasi.
Ketua Umum Partai Golkar terpilih, Airlangga Hartarto memberi sambutan saat penutupan Musyawarah Nasional X Partai Golkar di Jakarta, Kamis (5/12/2019). Forum Musyawarah Nasional Partai Golkar menyepakati dan menetapkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum periode 2019-2024 secara aklamasi.

SURYAFLOBAMORA.COM – Jika pemilihan presiden dilaksanakan hari ini, ketua partai politik yang akan terpilih adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto karena memiliki elektabilitas serta keterpilihan tertinggi dan dianggap sebagai representasi sosok presiden.

Setelah Airlangga Hartarto 24,3%, Prabowo Subianto 22,5%, Agus Harimurti
Yudhoyono 8,3%, Zulkifli Hasan 7,4%, Surya Paloh 6,5%, Megawati Soekarno Putri 6,5%,
Muhaimin Iskandar 4,7%, Ahmad Syaikhu 5,9%, Suharso Monoarfa 5,3%, dan yang tidak
memilih 8,6%.

Data ini diperolah dari hasil jajak pendapat Warna Research Center (WRC) yang rilis, Jumat (21/01/2022) kepada 2435 responden ketika dilakukan simulasi nama nama ketum parpol dengan pertanyaan Jika digelar Pemilihan Presiden hari ini.

Hasil penelitian jajak pendapat tentang warna masyarakat tentang perubahan persepsi dan perilaku memilih masyarakat Indonesia dengan memanasnya atmosfir politik Indonesia jelang memasuki tahun politik, dimulai soal kinerja pemerintahan Jakowi-Ma`ruf.

Diperoleh respon soal kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jakowi-Ma`ruf menujukkan 76,8 % masyarakat masih menginginkan kepemimpinan “gaya” Jokowi, terutama dalam menangani berbagai masalah yang ada terutama dalam penanganan
Pademik Covid-17 yang menunjukkan perbaikan di segala sektor.

Hal ini juga dibuktikan dengan optimisme masyarakat akan kinerja pemerintah dalam memperbaiki dan meningkatan perekonomian masyarakat dengan optimisme responden mencapai 89,7 %.

Sedangkan kriteria yang diinginkan sebagai pengganti Jokowi, masyarakat tidak lagi menginginkan pemimpin yang hanya bisa merakyat , masyarakat lebih menginginkan presiden yang bisa bekerja dan sudah terbukti kerjanya serta terbukti bisa memberikan dampak dalam mensejahterakan masyarakat, hal ini di inginkan oleh 98 % responden, dimana 91,7 % reponden juga menginginkan Indonesia dipimpin oleh orang yang sudah berpengalaman di birokrasi pemerintahan.

Terkait presiden merakyat yang mendapat respon 73,7 %, kurang diminati lagi, nasyarakat menilai hanya sebatas pencitraan saja.

Jajak Pendapat tentang latar belakang presiden pengganti Jokowi menghasilkan latar belakang Militer/Polri sudah tidak lagi menjadi keterpopuleran bagi masyarakat dalam
memilih calon presiden, masyarakat lebih cenderung memilih calon presiden dari sipil terkait kinerja Joko Widodo.

Hal ini pula yang terlihat sejak pilpres 2014 dan 2019, di mana Joko widodo dihadapkan
dengan Prabowo sebagai lawan dengan berlatarbelakang militer, survey menunjukkan bahwa 37,1 % menginginkan pemimpin dari kalangan sipil, sementara yang menginginkan pemimpin dari kalangan militer/polri sebesar 29,7 % sedangkan yang tidak memperdulikan pemimpin dari kalangan sipil atau militer sebesar 29,7 %

Sementara tingkat popularitas parpol diketahui bahwa PDIP masih dikenal dan familier bagi masyarakat dengan kepopularan 90,2%, diikuti partai Golkar dengan kepopuleran sebesar 90.1% dan partai Golkar 82,9%, PKB 70,9, PKS 67,2%, Demokrat 70,8%, Nasdem 50,3%, PAN 65,8%, PPP 70,2%, Hanura 30,2%, Perindo 29,8%, PBB 20,6%, Berkarya 19,2%, PKPI 10,2%, PSI 9,2%,

sementara partai baru yang berusaha ikut dalam kompetisi pemilihan umum terdapat Partai Gelora dikenal oleh 7,2 %, Prima 11,9%, Garuda 10,2%, Partai Umat 5,2%. Serta tidak memilih atau tidak memberikan jawaban sebesar 16,1%

Kepopuleran partai-partai tersebut tidak lain didukung oleh figur para Ketua Umumnya yang masih familier atau dikenal masyakarat. Tingkat kesukaan masyarakat yang diwakili oleh 2435 responden terhadap partai politik serta kedekatan masyarakat (Party ID).

Dari hasil temuan survey Partai Golkar menjadi partai yang tertinggi paling disukai oleh
masyarakat dimana 67,3 persen merasa suka dan dekat kepada partai Golkar dikarenakan
kader kader Golkar sangat membawa kesejukan dimasyarakat dan sangat terkenal sebagai
partai yang punya pengalaman dalam pemerintahan ,selanjutnya disusul oleh Partai Gerindra yang disukai oleh 63,2 persen responden , disusul diurutan ketiga PDI Perjuangan dengan tingkat kesukaan oleh masyarakat sebesar 61,2 % ,kemudian PKB 53,7% , PAN 37,2%, PKS 34,2%, Demokrat 30,6%, PPP 20,2% dan Parpol lainya memiliki tingkat kesukaan masih di bawah 10 persenan.

BACA:Survey LSI Terbaru, Airlangga Hartarto Paling Diinginkan di Capres 2024

BACA:Menko Perekonomian : Vaksin Mandiri Perusahaan yang Beli, Tidak Boleh Potong Gaji Karyawan