Tapobali Impikan Garam Jadi Produk Unggulan, Setiap Bulan Produksi 5 Ton

Delos Bakan Suryaflobamora ketika menemui karyawan tambak garam Tapobali Lambertus Hali
Delos Bakan Suryaflobamora ketika menemui karyawan tambak garam Tapobali Lambertus Hali

LEMBATA, SURYAFLOBAMORA.COM- Warga Desa Tapobali, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timor, saat ini gencar usaha garam.

Setiap bulan, Desa Tapobali mampu memproduksi 5 ton garam. Garam hasil olahan warga tersebut, telah membawa dampak positip bagi warga desa, terutama menambah penghasilan desa atau PAD.

Selain itu, garam hasil produksi Desa Tapobali dapat melayani kebutuhan warga desa setempat, dan warga desa sekitar.

“Setiap bulan kita tetap panen 5 ton. Dan itu sangat membantu kebutuhan garam warga di Tapobali dan wilayah sekitar,” kata Kepala Desa Tapobali, Bertolomeus Ledun, kepada Delos SuryaFlobanora.com, Selasa (1/12/2020).

Kata Meus Ledun, garam produksi warga desa akan tingkatkan PAD desa. Dan rencananya, garam Tapobali akan menjadi produk unggulan desa. Bahkan menjadi branded atau merek produk lokal yang suatu waktu menembus pasar di Lembata dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kita impikan jadi merek garam lokal yang bisa tembus pasar di Lembata dan NTT secara menyeluruh. PAD bisa ditingkatkan hanya dengan garam, selain sektor lainnya,” kata Kades Ledun.

Ledun mengatakan, usaha garam dan pantai wisata yang digagas dan dibuat warga dalam masa kepemimpinannya, memantik respon positip sejumlah kalangan. Meskipun ada oknum warga dan tokoh masyarakat desa lainnya, tidak mendukung. Tetapi hal itu bukan meluluhkan niat dan semangatnya membangun Desa Tapobali maju dan sejahterah.

“Banyak yang dukung gerakan usaha ini. Ada oknum tertentu yang tidak suka. Tapi itu bukan soal, karena niat kita baik untuk bangun kampung kita ini. Tuhan dan lewotanah pasti restu usaha baik kita,” ungkap Meus Ledun.

Meus berharap, suatu hari nanti, ketika dirinya tidak lagi menjabat sebagai kepala desa, apa yang dibuat dimasa menjabat, bisa diteruskan dan masyarakat Tapobali bisa menikmati hasil secara bersama.

“Semoga apa yang saya dan warga buat hari ini, membawa berkat selanjutnya dari generasi ke generasi di hari esok. Saya tetap optimis karena ini baik buat kampung ini. Terima kasih buat semua yang mendukung. Saya bermimpi, suatu saat garam Tapobali bisa dikonsumsi semua orang,” kata Meus Ledun.

Editor: Alvin Lamaberaf