Lembata dan Flores Timur Berduka, Guru Politik Ande Manuk Berpulang

Bapak Andreas Duli Manuk
Bapak Andreas Duli Manuk

LEMBATA, SURYAFLOBAMORA.COM-
Guru Politik dan Mantan Bupati Kabupaten Lembata, Drs. Andreas Duli Manuk telah meninggal dunia di RSUD Lewoleba, Jumat (26/2/2021).

Berpulangnya Bapak Ande Manuk, menyisahkan duka mendalam bagi masyarakat Lembata dan Flores Timur. Pasalnya, sebelum menjadi Bupati Lembata, Ande Manuk telah mengabdi di Flotim sebagai birokrat dan juga politisi. Kemampuan kepemimpinan dan politik yang dimiliki, menghantarnya kembali menjadi Bupati Lembata dua periode (2001-2006) bersama Wakil Bupati, Ir. Feliks Kobun dan tahun 2006-2011 bersama Wakil Bupati Andreas Nula Liliweri.

Sosok Bapak Ande Manuk, tidak akan terlupakan. Dia selalu ada dalam ingatan pikiran dan hati orang Lembata dan Flotim. Tidak saja sebagai Mantan Bupati Lembata, tetapi Guru Politik, Tokoh Otonomi, Bapak Pembangunan Lembata dan sebutan lainnya yang disematkan kepada diri Bapak Ande Manuk.

Bapak Ande Manuk di masa kepemimpinannya telah melahirkan banyak pemimpin muda yang akhirnya menjadi pemimpin hingga saat ini.

Di Birokrasi, begitu banyak pegawai ditempahnya dengan baik sampai menjadi Camat, Kepala Dinas, Kepala Badan dan Sekda. Begitu pun di politik. Banyak Kader Partai Golkar dan di luar Partai Golkar, dididiknya menjadi pemimpin politik. Dan masih banyak lagi yang telah dibuat Bapak Ande Manuk untuk Lembata dan juga Flotim.

Seperti yang diungkapkan Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapobali yang dikutip dari Selatan Indonesia.com.

Pemerintah dan seluruh masyarakat Lembata berduka atas meninggalnya Bapak Ande Manuk.

Kata Sekda, sosok Bapak Andreas Duli Manuk adalah tokoh, sekaligus guru politik dan kepemimpinan yang baik. Banyak hal yang telah ditunjukan beliau terutama sebagai Bupati Lembata dua periode. Salah satunya gaya kepemimpinannya; menjadikan staf dan bawahan sebagai bapak dan anak.

“Banyak gaya kepemimpinan beliau yang kita adopsi. Saya alami sendiri beliau mempraktekkan kepemimpinan kepada bawahannya itu seperti bapak dan anak. Bagi kami yang di rahang anak, beliau menyapa kami dengan sebutan bapak. Ini sapaan khas dari beliau yang sangat menyejukkan bagi kami. Bapak Ande Manuk suka terhadap stafnya yang memiliki kreativitas tinggi dalam bekerja,” ungkap Paskalis.

Selain itu, Bapak Ande Manuk dikenal sebagai pengayom segenap kalangan tanpa membedakan suku, agama, daerah, partai dan lainnya.

“Beliau menjadi pengayom bagi semua pihak dan semua kalangan. Misalnya, kalau politisi, melihat bukan dapilnya, berarti kurang memberikan prioritas. Tetapi beliau tidak. Bapak Ande melihat seluruh Lembata ini sebagai warga masyarakatnya. Sehingga beliau berdiri di tengah-tengah mengayomi semua. Ini yang terkesan sekali bagi kami,” ungkap Paskalis.

Banyak hal baik yang luar biasa Bapak Ande Manuk lakukan dan tinggalkan sampai saaat ini buat Lembata, baik dalam pemerintahan dan politik. Semuanya tidak bisa disebutkan satu per satu.

“Saya harus akui bahwa saya ini besar di tangan Bapak Ande. Di usia yang masih sangat muda, 33 tahun, beliau mempercayakan saya untuk memimpin Bappeda Lembata. Di usia yang masih muda itu beliau mempercayakan saya menjadi pemimpin kantor selevel Bappeda Lembata. Beliau saat itu mungkin melihat
Dan hal semacam itu juga dialami oleh teman-teman saya yang lain seperti Pak Ambros Lein, Kanis Making, Longgi Lega, Mundus Asan dan lainnya,” kata Sekda Paskalis.

Dan keunggulan lain Bapak Ande Manuk yang tidak terlupakan sebagai Bupati Lembata yakni memiliki sifat kebapaan dalam memimpin.

“Saya rasa sangat kehilangan sosok Bapak Ande. Dan saya yakin semua orang yang pernah bekerjasama dengan beliau merasakan gaya kepemimpinan itu “sifat kebapaan” serta ilmu yang dimiliki. Dan beliau memang sangat sempurna, beliau adalah mantan birokrasi dan mantan politisi sehingga ada perpaduan yang sangat luar biasa bagi kami kadernya,” ungkap Paskalis.

Untuk diketahui, Mantan Bupati Lembata, Andreas Duli Manuk menikah dengan Margareta Hurek Manuk, dan dikaruniai 6 (enam) orang anak, yakni Melania Manuk, Theresia Abon Manuk (almarhumah), Wilhelmus Sodi Manuk, Anastasia Bunga Manuk, Rafael Brekeng Manuk (almarhum), dan Oncu Ni Manuk.

Mantan Bupati Lembata itututup usia, Jumat (26/2), dalam usia 81 tahun.

Ande Manuk menghembuskan napas terakhir di RSUD Lewoleba setelah sebelumnya mengalami sakit yang cukup lama dan menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 1 bulan. Beliau menderita gula darah dan berbagai sakit lainnya.

Jenazah Bapak Ande Manuk disemayamkan di kediamannya di bilangan Kota Baru Lewoleba. Dan rencananya proses penguburan akan dilaksanakan pada Minggu (28/2) pukul 10.00 Wita.

Editor: Alvin Lamaberaf