Bupati Lembata Tolak Bantu Pengungsi Bencana Ile Ape di Rumah Keluarga

LEMBATA, SURYAFLOBAMORA.COM-
Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur menolak untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi Gunung Ile Lewotolok yang tinggal di rumah keluarga.

Hal ini menyebabkan, banyak pengungsi yang berada di rumah keluarga di Kota Lewoleba tidak diberikan bantuan hingga saat ini.

Seperti rekaman SuryaFlobamora.com, di Kelurahan Lewoleba Tengah, Lurah Fransiska Making menolak memberikan bantuan bagi para pengungsi di rumah keluarga. Begitu juga di Lamahora, sejumlah pengungsi belum mendapatkan bantuan. Termasuk kelurahan lainnya.

Begini salah satu pernyataan warga penampung pengungsi

“Kami ada 15 anggota pengungsi, kalau reu mereka ada jaringan, bantu kami sedikit ka, ini dari hari pertama, sampai ini hari belum ada bantuan. Kita sudah lapor dari hari pertama, sudah kasih masuk data, terus Lurah punya jawaban bilang yang tinggal di rumah tidak dapat bantuan. Kecuali tinggal di Posko. Tolng dulu reu kami hancur saja. Kalau bantuan tidak ada ini,15 orang tambah kami tuan rumah bagaimana,? ” ungkap warga Kotabaru Lewoleba, yang enggan namanya dipublikasikan, Kamis (3/12/2020) sore.

Begitu juga nasib para pengungsi lainnya di Wangatoa, Lamahora, Kotabaru, Berdikari, Waikomo, Tujuh Maret dan Rayuan Kelapa.

Dewan Provinsial SVD Ende, Charles Lamaberaf mengatakan, para pengungsi yang mendiami rumah keluarga dan tidak mendapat perhatian atau bantuan dari Pemda Lembata, pihak JPIC SVD Provinsial Ende akan memberikan bantuan.

“Datakan yang tidak dapat bantuan dari Pemda Lembata. SVD akan membantu. Sedikit tapi bisa membantu mereka,” kata Dewan Provinsial SVD Ende, P. Charles Lamaberaf, SVD.

Editor: Alvin Lamaberaf