Gubernur Viktor Laiskodat Izinkan Warga NTT Tetap Cium Hidung Pakai Masker

Penyambutan Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat meresmikan 4 Cottage di Mulut Seribu Rote Ndao
Penyambutan Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat meresmikan 4 Cottage di Mulut Seribu Rote Ndao

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengizinkan warga NTT, khususnya orang Rote dan Sabu serta wilayah lainnya untuk berciuman hidung tetapi tetap menggunakan masker.

“Gunakan masker sambil cium hidung boleh. Itu tidak masalah,”kata Viktor Laiskodat saat meresmikan empat cottage di Mulut Seribu, Senin (15/6) kemarin.

Kata Viktor Laiskodat, menggunakan masker sambil berciuman hidung tidak masalah. Pasalnya, identitas cium hidung merupakan budaya turun temurun yang tidak boleh hilang dalam kehidupan.

“Cium hidung tidak masalah. Ini adalah budaya-budaya yang mengikat kita dari lahir, budaya yang turun temurun menjadi kehidupan. Tapi tetap gunakan masker,” kata Viktor Laiskodat.

Selain itu, Viktor Laiskodat berharap, agar masyarakat NTT, di era new normal ini, kembali serius dan fokus terhadap program-program pembangunan yang telah direncanakan dan dikerjakan. Terutama program-program untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengharapkan kita kembali serius dan fokus terhadap program-program yang telah kita buat, terutama pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Seperti pertanian, peternakan dan perikanan,”kata Viktor Laiskodat.

Katanya, di era new normal, masyarakat NTT bisa kembali menerapkan pola pikir yang baik sebagai manusia yang diberikan akal dan kecerdasan. Harus bisa menganalisa kembali situasi, dan memutuskan kondisi-kondisi dalam kehidupan agar tetap berlanjut.

“Terapkan pola pikir yang baik. Kita harus bisa menganalisa kembali situasi, agar kita bisa memutuskan kondisi-kondisi dalam kehidupan kita tetap berlanjut,”kata Viktor Laiskodat.

Menurut Viktor Laiskodat, tanpa adanya Covid 19, NTT sudah parah dan hidup dalam kondisi kemikinan. Apalagi saat ini dengan adanya Covid 19, selama 3 (tiga) bulan tidak berproduksi, tidak melakukan aktivitas. Sehingga situasi ini menyebabkan kedalaman dan keparahan kemiskinan juga pengangguran makin banyak di NTT.

“NTT sudah parah dengan kondisi kemiskinan. Kita rasakan dan kita hidup di dalam kemiskinan tersebut. Apalagi kita berhenti tiga bulan,” katanya.

Kata Viktor Laiskodat, situasi ini merupakan tantangan bagi para pemimpin NTT, bagaimana mendesain pembangunan dengan anggaran yang terbatas, agar mampu menjawab tantangan-tantangan hebat yang dihadapi.

“Kita harus hadapi. Tantangan ini hanya diberikan kepada mereka orang-orang yang cerdas, rajin, dan peduli kepada sesamanya, untuk kita bangun dari kondisi seperti ini,” ungkap Gubernur Viktor Laiskodat.

Reporter: Eman Krova
Editor: Alvin Lamaberaf