Begini Tanggapan Para Bupati se-Flores Terkait Sikap Gubernur NTT Viktor Laiskodat Terhadap WHO

Ilustrasi New Normal
Ilustrasi New Normal

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM – Para Bupati se-daratan Flores menanggapi pernyataan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan daerah yang dipimpinnya tidak bisa menjalankan saran “new normal” dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Gubernur Viktor menyampaikan hal itu saat melakukan telekonferensi bersama Wakil Gubernur, para Bupati, Walikota, Kapolda, Kapolres,dan Dandim se-Provinsi NTT pada Selasa (26/5/2020).

Para bupati se-daratan Flores, NTT, menyampaikan tanggapannya dalam telekonferensi tersebut, sebagaimana notulensi yang diterima Suryaflobamora.com, Rabu (27/5/2020).

Bupati Ende Djafar Achmad mengatakan pihaknya gembira pembukaan kembali aktivitas publik pada Juni mendatang.

“Kami sangat senang sudah ada konfirmasi dan perintah jelas dari Bapak Gubernur bahwa Juni nanti harus dibuka kembali dan kami sudah mulai sosialisasikan kepada masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti biasa.:

“Selama dua bulan ini kami mengalami kerugian ekonomi yang cukup besar karena semua ditutup. Kami tetap membuka pasar utama dan pelabuhan,” ujar Djafar Achmad.

Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon pun senada dengan rekannya dari Ende.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur untuk penyampaian tadi bahwa tanggal 15 Juni sudah kembali aktivitas normal seperti biasa. Mudah-mudah diikuti oleh semua bupati,” ujar Antonius.

“Saya mengingatkan bahwa para petani harus tetap berkebun. Kami sudah siap wilayah tanam jagung. Kendalanya adalah kesiapan air untuk menanam. Masih kami upayakan mendapatkan sumber air untuk dimanfaatkan dalam penanaman jagung,” imbuh dia.

Bupati Flotim juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan persoalantapal batas dengan Kabupaten Sikka.

“Masalah batas dengan Kabupaten Sikka, kita gunakan aturan Menteri Perhubungan dan diharapkan ke depannya dapat segera terselesaikan untuk menduking kebijakan Bapak Gubernur jelang 15 Juni mendatang,” ujarnya.

Manggarai Barat