Pemprov NTT dan Unwira Kupang Teken MoU Peningkatan BUMDES


“Masalah besar yang kita alami saat ini adalah pendidikan tidak berkorelasi dengan kekayaan sumber daya alam yang kita miliki. Kemarin ada salah satu universitas, menyampaikan kalau ada program studinya (Prodi) Koki dan saya senang. Saya berharap suatu saat ada Prodi yang khusus mempelajari Coklat, Jagung, Sophia, Garam, Gula Air dan Energi baru terbarukan,” harap Gubernur.

Ungkap Viktor, setiap tahun total belanja pakan ternak Ayam dan Babi, untuk seluruh NTT adalah Rp 1,1 triliun. Uang sebanyak itu pasti keluar dari NTT setiap tahun. Untuk itu, perlu disiapkan pabrik pakan ternak dengan suplai bahan pokoknya adalah Jagung, dengan mengoptimalkan sumberdaya manusia dan lahan yang dimiliki.

Gubernur NTT memantau lokasi Tambak Ikan Kerapu di Riung Ngada
Ilustrasi, Gubernur NTT memantau lokasi Tambak Ikan Kerapu di Riung Ngada

Terkait BUMDES, Gubernur Viktor meminta agar dalam bekerjasama, perlu diperhaitkan adalah pengembangan kelembagaan atau struktur BUMDES yang kuat dan profesional.

“Harapan saya, pengembangan BUMDES agar berkolaborasi dengan Koperasi. Di mana saham mayoritasnya datang dari Koperasi dan sisanya adalah Pemerintah Desa. Dengan pendekatan serius berupa desain struktur dan kerja nyata untuk melahirkan kelembagaan yang kuat baik dari sisi sumberdaya manusia dan optimalisasi jenis usaha sesuai dengan potensi yang ada di desa tersebut,” tutup Gubernur Viktor.

Turut hadir dalam kegiatan Urun Rembuk dan Teken MoU, yakni Ketua Yapenkar Kupang, P. Yulius Yansinto, SVD, MA, M.Si, Sekertaris Yapenkar, P. Egidius Taimenas, SVD, S.Fil, M. Hum, para Warek, Dekan dan Kaprodi serta Perwakilan Senat Mahasiswa. Sedangkan dari Pemprov NTT, para Staf Ahli Gubernur; Dr. David Pandie, Tony Jogo, Pius Rengka dan Anwar Pua Geno serta Kadis PMD Viktor Manek, Kadis Pertanian Lucky Koli dan Kabiro Pemerintahan Doris Rihi.