Lawan Tudingan Anggota DPRD Sikka, Ini Pernyataan Sikap Tenaga Kesehatan se-Kabupaten Sikka NTT

Tanggapan atas Pernyataan Anggota DPRD Sikka Benediktus Lukas Raja di Youtube:

Anggota DPRD Sikka, Benediktus Lukas Raja (Foto: Berita Flores)
Anggota DPRD Sikka, Benediktus Lukas Raja (Foto: Berita Flores)

SURYAFLOBAMORA.COM – Pandemi COVID-19 merupakan malapetaka yang telah menimpa seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia.

Organisasi profesi kesehatan internasional dan nasional -didukung berbagai komponen bangsa lainnya- telah berjuang keras, bahkan sampai mengorbankan beberapa anggotanya.

Usaha pencegahan dan penanggulangan COVID-19 juga mengalami berbagai tantangan, khususnya masih banyaknya informasi hoax yang beredar tidak terkendali.

Oleh karena itu, segala bentuk edukasi dan informasi yang benar berbasis ilmu pengtahuan menjadi salah satu pilar penting dalam perjuangan kemanusiaan bersama ini.

Situasi pandemi COVID19 di kabupaten Sikka telah mencapai kondisi yang mengkhawatirkan. Meningkatnya jumlah kasus positif dan angka kematian COVID-19 terjadi pada masyarakat, disertai peningkatan penularan COVID-19 pada tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan kasus COVID-19.

BACA JUGA:

Di tengah perjuangan bahu-membahu tenaga kesehatan, sebagai tameng terdepan, dan didukung penuh oleh berbagai pihak terkait, kami – Koalisi Organisasi Profesi Kesehatan Sikka- sungguh menyayangkan beredarnya pernyataan anggota DPRD Sikka, atas nama Bapak Benediktus Lukas Raja pada video youtube dengan alamat website https://www.youtube.com/watch?v=eGoVn44zEYE yang diunggah oleh akun LoisWoi NTT pada tanggal 9 Juli 2021 dan postingan facebook Bapak Benediktus Lukas Raja pada akun Dicky Raja yang ‘menyampaikan’, “Corona tak kunjung usai ketika protokol kesehatan 5M sudah diterapkan dengan baik, namun pandemi tak kunjung usai…..coba terapkan uji coba berikut: 1. Hentikan test nya. 2. Stop anggarannya. 3. Hilangkan beritanya. 4. Bubarkan teamnya

Beberapa pernyataan dalam video dan postingan tersebut sangat rentan menimbulkan kegaduhan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan COVID19 dan merugikan masyarakat Sikka.

Pada kesempatan ini, kami datang dengan inisiatif sendiri sebelum diundang oleh Pimpinan DPRD karena menghargai pernyataan Anggota DPRD Kabupaten Sikka atas nama Bapak Benediktus Lukas Raja dalam rapat di DPRD pada hari Jumat 9/7/2021 -yang terekam dalam video diatas- yang antara lain meminta Pimpinan DPRD untuk mengundang para dokter dan Nakes.

Beliau, dalam rapat tersebut, juga menyatakan antara lain bahwa:

  1. “Jangan sampai pandemi ini dijadikan proyek untuk menghabiskan uang rakyat. Siapa yg habiskan, kita semua tahu. Bisnis rapid test, bisnis APD, bisnis obat-obatan.”
  2. “Pak Bupati, Pak Sekda, tolong dievaluasi juga dengan para dokter. Kita setuju kita perhatikan mereka. Mereka adalah garda terdepan. Para Nakes. TAPI JANGAN JADIKAN INI SEBAGAI PROYEK.”
  3. “Jangan sampai di RS semua fokus urus covid karena insentifnya besar.”
  4. Kalau penyakit jantung, ginjal, usus buntu, dll kan biayanya kecil. Sehingga orang tidak fokus itu. Yang diurus adalah covid.”
  5. “Kalau mau ke UGD, harus dirapid dulu. Tunggu hasilnya berjam-jam.”

Kami menghargai pernyataan tersebut…