Vaksinasi Massal Kejati NTT di Kupang Bisa Percepat Warga ke Lubang Kubur

Tangkapan layar dua video berbeda menunjukkan ribuan warga Kota Kupang, NTT, berdesak-desakan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT di Kupang.
Tangkapan layar dua video berbeda menunjukkan ribuan warga Kota Kupang, NTT, berdesak-desakan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT di Kupang.

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM – Vaksinasi massal yang digelar Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kota Kupang bisa sekaligus percepat warga ke lubang kubur. Ini tergambar dari video-video yang marak tersebar di berbagai platform media sosial.

Program vaksinasi Covid-19 oleh Kejati NTT itu dalam rangka Hari Bhakti Adhiyaksa (HBA) ke-61 yang diperingati setiap tanggal 22 Juli. Tetapi kondisi antrian yang membludak hingga ribuan orang berdesak-desakan tanpa ada social distancing/tidak menjaga jarak, justru seperti memancing rakyat menuju maut.

Dari video yang beredar, tampak ribuan warga Kota Kupang berdesak-desakan untuk mendapatkan nomor antrian agar bisa divaksin.

Pihak Kejati NTT pada Selasa 13 Juli 2021 telah mengumumkan bahwa program vaksinasi massal ini diperpanjang sampai Jumat 16 Juli 2021.

“Kita masih melanjutkan program vaksinasi sampai Jumat ini,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, kemarin.

BACA JUGA:

Namun melihat kerumunan yang ditimbulkan, itu akan mengakibatkan penularan secara massal dan justru akan menjadi pemicu ledakan kasus positif Covid-19 di Kota Kupang.

Pantauan Lintas NTT pada hari Jumat, melaporkan bahwa Aparat keamanan dari Polres Kupang Kota terus mengimbau warga lewat pengeras suara agar tidak menciptakan kerumunan, namun tidak ada yang mengindahkan imbauan tersebut.

Dilaporkan bahwa sampai pukul 14.00 Wita, sudah lebih dari 2.000 orang yang mendapat nomor antrean untuk mendapat suntikan Covid-19.

Dari video viral yang ditonton Suryaflobamora.com, tampak ribuan warga berdesak-desakan dan saling dorong di “Gedung Hijau” Kejati NTT di Kupang.

Sangat riuh dan terdengar teriakan orang-orang yang tergencet dalam antrian tersebut.

Pada sebuah video yang lain, yang direkam dari jauh, terlihat lautan manusia menyemut di halaman kantor Kejati NTT di Kupang.

Terdengar suara dalam video menggunakan dialeg Kupang berkata: “Mati… ini rencana mau sehat jadi terakhir tabrak bonus ko sakit ko mau mati…mati semua.”

Kondisi tersebut sangat mengancam, apalagi diduga dua varian baru virus corona yang sangat menular dan mematikan, diduga sudah masuk NTT.

Dalam sebuah Podcast di akun Youtube “Teman Cerita”, Kepala Laboratorium Biomolekuler NTT  Dr. Fima Inabuy, mengungkapkan bahwa virus corona varian baru; Alpha (Afrika Selatan) dan Delta (India) bukan tak mungkin sudah masuk NTT.

“Bukan belum ada… belum terdeteksi. Tidak ada jaminan belum ada,” kata DR Fima. (Selengkapnya nonton videonya di bawah)

Sementara itu, capaian vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat rentan dan umum di NTT dosis pertama baru mencapai 4% dari sasaran 2.408.586 orang. Baru 93.638 orang yang divaksin dosis pertama. Sedangkan dosis kedua baru mencapai 22.578 orang atau 1%.

Lalu vaksinasi untuk lansia dari sasaran 443.409 orang, yang baru menerima vaksin dosis pertama 36.156 orang (8%) dan dosis kedua sebanyak 18.368 orang atau 4%.

Capaian vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan 111% untuk dosis pertama atau 35.810 orang dari sasaran awal 32.221 orang, dan untuk dosis kedua 10% atau 32.997%. (*)

Penulis: Eddy Mesakh