MENGGUGAT SEROJA : Apalah Arti Sebuah Nama?

Marianus Yufrinalis Dosen Ilmu Sosial Dasar di Universitas Nusa Nipa Maumere.
Marianus Yufrinalis Dosen Ilmu Sosial Dasar di Universitas Nusa Nipa Maumere.

SURYAFLOBAMORA.COM – Pada awal April 2021 lalu, tepatnya pada tanggal 4 April 2021, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan terjadinya bencana alam yang maha dahsyat di beberapa wilayah Provinsi NTT.

Betapa tidak, dari Kabupaten Malaka hingga Sumba Timur, dari Pulau Rote dan Sabu sampai Pulau Adonara-Lembata-Alor, ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan ratusan orang harus meregang nyawa akibat banjir bandang yang menimpa beberapa wilayah di Provinsi NTT. Tak ayal, warga terdampak bencana seolah kehilangan harapan untuk hidup.

Tidak hanya itu, rumah tinggal dan infrastruktur lainnya beserta harta benda ambruk diterjang banjir bandang, sekaligus menutup akses transportasi dan informasi – komunikasi di wilayah-wilayah terdampak (Gaga Salo, suryayogya.com, 4 April 2021).

.Baca : Muncul Pulau Baru di Rote Ndao saat NTT Diterjang Badai Seroja. Pertanda Apa?

.Baca : Badai Siklon Tropis Seroja Rusak 12 Ribu Rumah di Sabu Raijua, Dua Meninggal Dunia

Bencana itu disebabkan oleh sebuah siklon tropis bernama Seroja. Sebuah nama yang indah, mewakili salah satu jenis bunga yang indah dan disukai banyak orang.

Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG menjelaskan munculnya siklon tropis Seroja mengakibatkan hujan lebat yang berpotensi pada adanya banjir bandang dan tanah longsor. Tercatat di NTT, sebagaimana dilaporkan oleh Kepala BNPB, Doni Monardo, korban tewas atau meninggal mencapai 174 jiwa dan 48 orang masih hilang atau masih dalam tahap pencarian (pikiran-rakyat.com, 11 April 2021).

Asal-Muasal Siklon Tropis “Seroja”

Sebagaimana dilansir dari gatra.com (6 April 2021), penamaan Seroja diberikan sesuai urutan nama siklon tropis dari BMKG secara internasional, yang dikarenakan wilayah tumbuh (kemunculan pertama) dan berkembangnya masuk dalam wilayah tanggung jawab Jakarta TCWC (Tropical Cyclon Warning Centre).

Adapun siklon tropis memiliki nama-nama yang berbeda sesuai dengan lokasi kemunculannya. Apabila muncul di wilayah Samudera Pasifik Barat, siklon tropis tersebut akan disebut badai tropis atau topan. Adapun jika tumbuh di sekitar Samudera Hindia, akan disebut sebagai siklon atau cyclone.