Ketua DPRD NTT Ucapkan Pesan Menohok untuk Pejabat Pemprov

Ketua DPRD NTT, Emelia J. Nomleni
Ketua DPRD NTT, Emelia J. Nomleni

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM-
Ketua DPRD NTT, Emelia Nomleni menyampaikan pesan-pesan menohok kepada para pejabat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pesan menohok Ketua DPRD NTT ini, disampaikannya saat membawakan sambutan dalam Sidang Paripurna Penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021 dan Pembukaan Masa Persidangan I Tahun 2021-2022.

“Janganlah teman berpesta dan kami yang mencuci piringnya. Jangan ada dusta di antara kita,” ungkap Emi Nomleni disambut tepuk tangan sejumlah pejabat Pemprov dalam Sidang Paripurna, Kamis kemarin.

Kata Emi Nomleni, dalam perencanaan program dan kegiatan untuk kebaikan rakyat NTT, ada perbedaan-perbedaan di antara legislatif dan eksekutif. Namun sebagai mitra, legislatif dan eksekutif berusaha berjalan bersama untuk melayani rakyat. Dan kemitraan itu, tidak dibarengi dengan dusta.

Selain itu, Emi Nomleni menyinggung soal situasi dan penanganan Covid-19 di Nusa Tenggara Timur saat ini. Bahwa pembatasan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) sebagai salah satu jalan keluar untuk menekan angka Covid-19. Meskipun hal itu menyebabkan kegiatan sosial kemasyarakatan dibatasi.

“Semua itu demi penghargaan kepada nyawa manusia. Akibat Covid-19, yang susah bertambah susah dan yang miskin semakin menjadi miskin,” kata Emi Nomleni.

Dikatakannya, ditengah situasi seperti ini, para pejabat publik dan semua pihak terkait, berhati-hati agar tidak menambah beban bagi masyarakat. Jika tidak berhati-hati, maka aparat keamanan dan Satgas Covid-19 akan dilematis dalam menegakkan aturan.

“Hati-hati dalam sikap dan tutur kata sehingga tidak membuat kegaduhan di publik. Sikap anggap enteng itu, sangat melukai orang-orang yang terdampak dan menjadi korban Covid-19, melukai tenaga kesehatan, aparat keamanan dan Satgas Covid-19,” ungkap Emi Nomleni.

DPRD NTT pun memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, dokter, perawat, cleaning servis, tenaga pemulasaraan jenazah, sopir mobil jenasah, tenaga penggali kubur, aparat keamanan, Satgas Covid-19 dan seluruh masyarakat, yang tidak pernah lelah, tidak pernah tidur dan kehilangan kenyamanan, hanya untuk memberi penghargaan kepada manusia dan merawat kehidupan.

“DPRD NTT terus mendukung Pemerintah Provinsi, Kabupaten/kota agar tidak kendor dalam penerapan PPKM level 3 ini. Harus menjadi panutan dan tetap taat protokol kesehatan. Sehingga masyarakat taat,” pungkas Emi Nomleni.

Penulis: Protus Burin
Editor: Alvin Lamaberaf