Kepala Inspektorat Flotim Gusar Melihat Wartawan Soal Dua Proyek Bermasalah

Kepala Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Flores Timur, Antonius Lebi Raya
Kepala Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Flores Timur, Antonius Lebi Raya

FLOTIM, SURYAFLOBAMORA.COM- Kepala Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Flores Timur, Antonius Lebi Raya merasa gusar saat melihat dua wartawan yang hendak menemuinya, terkait dua proyek bermasalah yang mengendap di Inspektorat Flotim.

Dua wartawan itu yakni Amar Ola Keda wartawan Pos Kupang dan Rebon Muda, wartawan Senitawan.

Kedua wartawan itu, diundang untuk mendampingi Ketua Koalisi Rakyat Bersatu Flores Timur (KRBF), Maria Erna Romakia untuk bertemu Anton Lebi Raya.

Pertemuan KRBF dan inspektorat yang menghadirkan dua wartawan itu, hendak membahas perkembangan kasus dugaan korupsi proyek pengerjaan talud pengaman pantai di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan dan talud pengaman pantai di Lamakera Desa Watobuku, Solor Timur, yang sampai saat ini, mengendap di Inspektorat Daerah Flotim.

Namun, apes nasib wartawan Amar Ola Keda dan Rebon Muda. Setelah mengisi buku tamu dan diizinkan masuk ruangan, tiba-tiba dengan suara keras, Kepala Inspektorat Anton Lebi langsung mengusir wartawan.

“Kamu dua (wartawan) di luar saja. Kenapa semua harus ada media,” kata Anton Lebi geram.

Mendapat perlakuan tak menyenangkan, dua wartawan itu pun memilih pergi.

Ketua KRBF, Maria Erna Romakia mengaku kecewa dengan sikap Kepala Inspektorat Daerah Flotim yang mengusir wartawan.

Menurutnya, wartawan sebagai corong informasi publik, berhak mendapatkan informasi yang kemudian disebarluaskan untuk masyarakat. Apalagi, kedatangan wartawan itu terkait dua kasus yang selama ini menjadi sorotan publik.

“Pejabat publik tetapi berprilaku arogan. Wartawan itu dilindungi Undang-undang. Masyarakat juga punya hak mendapatkan informasi melalui wartawan. Apalagi kedatangan wartawan itu atas undangan KRBF,” katanya.

KRBF meminta agar Bupati Flotim dapat memberi teguran keras kepada Kepala Inspektorat Daerah Anton Lebi yang telah melecehkan profesi wartawan.

Untuk diketahui, kedatangan Ketua KRBF bertemu Anton Lebi, untuk menanyakan perkembangan hasil audit kerugian negara terhadap kasus dugaan korupsi proyek pengerjaan talud pengaman pantai di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan dan talud pengaman pantai di Lamakera Desa Watobuku, Solor Timur.

Kasus ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, permintaan audit kerugian negara oleh penyidik Polres Flotim ke Inspektorat Daerah sudah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu. DPRD Flores Timur pun sudah mengalokasikan penambahan anggaran Rp 100 juta untuk menjawab keluhan kekurangan anggaran dalam penanganan kasus tersebut.

Kasus ini dilaporkan oleh Koalisi Rakyat Bersatu Flores Timur ( KRBF) ke Polres Flotim.

Dua kasus dugaan korupsi yang dilaporkan yakni, proyek pengerjaan talud pengamanan pantai yang dikerjakan CV Gelekat Mandiri di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan, tahun anggaran 2018 senilai Rp 1.153.115.000 miliar dan kasus dugaan korupsi talud pengaman pantai Lamakera, Desa Watobuku, Kecamatan Solor Timur tahun anggaran 2018 sebesar Rp 3.718.888.000 miliar, yang dikerjakan PT Dirgahayu.

Penulis: Protus Burin
Editor: Alvin Lamaberaf