Bupati Sikka Pukul Kasat Pol PP, Adeodatus: Itu Pembinaan

Kepala Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang Da Cunha
Kepala Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang Da Cunha

MAUMERE, SURYAFLOBAMORA.COM- Kepala Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang Da Cunha bersama tiga anggota Pol PP dipukul Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo di rumah pribadi Bupati, karena menutup usaha warga yang tidak mengantongi izin, Rabu (24/3).

Hal ini terungkap dalam rapat Pansus I DPRD Sikka bersama Dinas Satpol PP Sikka di Gedung DPRD Sikka, Selasa (30/3).

Dalam rapat tersebut, Adeodatus Buang Da Cunha di hadapan anggota DPRD Sikka mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Bupati Sikka adalah sebagai bentuk pembinaan bagi dirinya dan anggotanya.

“Saya anggap pemukulan yang dilakukan oleh Bupati sebagai bentuk pembinaan kepada kami. Saya menyadari itu. Jadi apa yang dilakukan oleh Bupati Sikka adalah bentuk pembinaan,” kata Adeodatus.

Katanya, kejadian ini berawal saat dirinya bersama tiga anggotanya dipanggil oleh Bupati Sikka ke rumah pribadinya di wilayah lingkar luar. Tiba di rumah Bupati, mereka dimarahi Bupati karena menutup usaha warga yang tidak memiliki izin dan melakukan operasi yustisi razia masker yang tidak humanis kepada warga.

“Kami berdiri semua. Bupati marah-marah. Kami dipukul dan ditendang oleh Bupati Sikka,” kata Adeodatus.

Sementara itu, Pimpinan Rapat Pansus, Anggota DPRD Sikka Florensia Klowe menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Bupati Sikka terhadap bawahannya.

“Kalau itu pembinaan, harusnya di kantor Satpol PP Sikka. Tidak dilakukan di rumah.Yang dipukul Bupati Sikka itu adalah saudara-saudara kami. Kami tidak terima penjelasan Pak Kasatpol PP Sikka, jika tindakan yang dilakukan oleh Bupati Sikka itu adalah pembinaan,” ungkap Florensia.

Dia berharap, tindakan Bupati Sikka terhadap Kasat Pol PP dan anggota Pol PP, tidak boleh terulang kembali, baik itu terhadap ASN yang lainnya.