Elcid Li: Presiden Tidak Boleh Ditawar Oleh Harga Pasar, Indonesia Lagi Susah, Politikus Harusnya Berhenti Berbisnis

DR Elcid Li, anggota Forum Academia NTT yang juga salah satu penggagas berdirinya Laboratorium Biomolekuler Masyarakat NTT. (Foto: Tangkapan layar video Youtube KatongNTT.com).
DR Elcid Li, anggota Forum Academia NTT yang juga salah satu penggagas berdirinya Laboratorium Biomolekuler Masyarakat NTT. (Foto: Tangkapan layar video Youtube KatongNTT.com).

SURYAFLOBAMORA.COM – Anggota Forum Academia Nusa Tenggara Timur (FAN) DR Elcid Li menyampaikan pesan kepada Presiden Joko Widodo bahwa “Indonesia lagi susah…para politikus harusnya berhenti berbisnis.”

Itu diungkapkan dalam video yang diupload di akun Youtube “KatongNTT.com” yang diakses Suryaflobamora.com, Sabtu (28/8/2021) sekitar pukul 03:30 WIB.

Berikut pesan kata per kata DR Elcid Li, yang juga salah satu penggagas Laboratorium Biomolekuler NTT bersama DR Fima Inabuy dan anggota FAN lainnya, yang dikutip langsung dari video tersebut:

Pak Presiden Jokowi, Indonesia lagi susah. Para politikus harusnya berhenti berbisnis. Masyarakat kita membutuhkan tes yang massal dan gratis, karena dengan itu
proses pemulihan bisa lebih cepat.

Kami dari warga negara Indonesia di Timor, Timur Indonesia ini, meminta agar testing diberikan gratis. Karena ini akan membantu banyak orang, khususnya bagian surveilans, untuk pencegahan, untuk macam-macam.

BACA JUGA:

Orang pintu masuk kalau bisa dicegah, bisa diantisipasi, khususnya di [Bandara International] Soekarno-Hatta, kalau untuk varian-varian baru dari negara lain, harusnya bisa dikontrol dengan lebih baik.

Kalau mahal ya sudah, pikirkan teknologi yang lebih memadai yang mampu memproses tes massal. Ini kan harus ditempuh jalan-jalan alternatif.

Dan kami juga minta bahwa Presiden tidak boleh ditawar oleh siapapun. Presiden tidak boleh ditawar oleh harga pasar.

Seorang presiden, seorang Kepala Negara, harus mampu mendukung warga negaranya untuk mampu melakukan inovasi, memproduksi pengetahuan sehingga kita berdaulat atas teknologi. Bukan menjadi pasar atas teknologi itu sendiri.