KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM – Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur tengah diterpa Badai Siklon Tropis sejak Jumat lalu dan mengalami puncaknya hingga mengakibatkan banjir di berbagai kabupaten di NTT, Minggu (4/04/2021). Warga pun diimbau tidak keluar rumah.
Hingga Minggu pagi, sebanyak 8 kabupaten/kota di NTT dilaporkan terdampak akibat cuaca ekstrem yang disebabkan Badai Siklon Tropis yang bergerak di Laut Sawu.
Kedelapan daerah itu terdiri dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Malaka, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur khususnya wilayah pulau Adonara.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, Thomas Bangke menyebut dua wilayah terparah yakni di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Malaka.
Di Pulau Adonara, kata dia, terjadi banjir bandang pada Sabtu, 3 April 2021. Hingga kini pihak BPBD masih melakukan pendataan dan penanganan di wilayah itu.
Sementara itu, akses dari 4 kecamatan di ke Betun, ibukota Kabupaten Malaka juga putus total akibat bergesernya jembatan Benenain di Wilayah Weliman. Hal itu disebabkan meluapnya daerah aliran sungai (DAS) Benenain.
Terkait banjir itu, Thomas berharap bisa segera surut jika intensitas hujan menurun.
Selain 8 daerah itu, Thomas juga menyebut masih ada laporan dari daerah terkait potensi bencana di wilayah lain. “Masih masuk lagi laporan mungkin ditambah 3-4 kabupaten yang terdampak,” kata Thomas.
BACA:Satu Korban Banjir Waiwerang Ditemukan, Belasan Orang Dalam Pencarian
BACA:Video: Mayat Korban Banjir Waiwerang Guru SMAN I Adonara Timur Ditemukan