Petani Cengkih Mauponggo Menjerit, Harga Cengkih Anjlok Rp 41 Ribu/kg

Hasil Panen Cengkih Petani Mauponggo Kabupaten Nagekeo
Hasil Panen Cengkih Petani Mauponggo Kabupaten Nagekeo

MBAY, SURYAFLOBAMORA.COM- Para Petani Cengkih di Desa Selalejo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur ‘menjerit’ di musim panen Cengkih.

Pasalnya, musim panen Cengkih tahun ini tidak menggembirakan bagi petani. Harga Cengkih anjlok mencapai Rp 41 ribu per kilogram.

Biasanya, harga cengkih kering yang biasanya dibanderol dengan harga Rp 80.000 per kilogram kini hanya laku Rp.41.000 per kilogram.

Naldo salah satu petani asal Kecamatan Mauponggo mengungkapkan, anjloknya harga cengkih tahun 2020 ini, membuat para petani merugi. Harga Cengkih yang hanya Rp 41.000 per kilogram tersebut, tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan oleh para petani untuk membayar upah pemanen.

“Upah buruh tidak sebanding denga harga Cengkih tahun ini. Kami rugi karena upah harian untuk yang petik Cengkih di luar makan minum rokok buat mereka. Kalau harga cuma segitu, jelas tidak ada untung. Mana biaya pengeluaran untuk upah pemanen, biaya makan minum,” ungkapnya, Selasa (25/8/2020).

Katanya, disisi lain, anjloknya harga Cengkih juga diakibatkan oleh ulah para tengkulak yang dengan sesuka hati menentukan harga.

Wenslaus Dange petani lainya mengaku, hanya bisa pasrah dengan harga Cengkih saat ini. Dia berharap kepada pemerintah setempat agar dapat mencari solusi sehingga harga Cengkih bisa kembali stabil.

“Ya kami petani hanya berharap agar Pemerintah Nagekeo segera tindak lanjut setelah informasi ini diketahui. Jangan biarkan petani merugi, karena Cengkih adalah komoditi andalan kami. Kalau Cengkih harga sudah segini, kami mau harap apa lagi,” harapnya.

Editor: Alvin Lamaberaf