Tifaona Tertantang Jadi Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay

Mathias Nara Tifaona bersama Bupati Nagekeo Don Bosko dan Staf Bank NTT Cabang Mbai
Mathias Nara Tifaona bersama Bupati Nagekeo Don Bosko dan Staf Bank NTT Cabang Mbai

MBAY, SURYAFLOBAMORA.COM-
Manajemen Bank Nusa Tenggara Timur memberikan kepercayaan kepada Mathias Nara Tifaona, sebagai pimpinan Bank NTT Cabang Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Putra Lembata ini, merasa tertantang akan tugas dan kepercayaan yang diberikan kepadanya, untuk bisa memimpin Bank NTT Cabang Mbay, mensejahterahkan masyarakat, dalam spirit “Bank NTT Melayani Lebih Sungguh”.

“Saya tentu senang dan berbangga dengan kepercayaan yang diberikan. Tetapi saya tertantang apakah saya bisa menjalankan kepercayaan ini atau tidak? Saya percaya, bersama teman-teman Bank NTT Cabang Mbay, dan kerjasama semua pihak, Bank NTT pasti melayani lebih sungguh,” ungkap Mathias Tifaona, Minggu (23/8).

Tifaona mengatakan, banyak hal akan menjadi tugas berat diawal kepemimpinannya. Diantaranya, Pertama, menjaga atau meningkatkan ekspansi kredit dengan memperhatikan prinsip kehati hatian, peningkatan dana (giro, deposito, tabungan). Kedua, menjaga kualitas kredit yang sudah diberikan/dicairkan, sehingga tetap lancar. Ketiga,
pencapaian target-target yang telah diberikan Direksi/Managemen seperti, semarak multiguna (kredit untuk ASN), merchant QRIS, aktifasi mobile Banking NTT Pay, program tabungan Chasback.

Selain itu, pihaknya terus menjalin dan membangun komunikasi dengan Pemda dan DPRD Kabupaten Nagekeo. Terutama pemenuhan modal inti Bank NTT yang telah disepakati di RUPS Tahun Buku 2019. Dimana pemerintah provinsi, kota/kabupaten, memberikan 1 % dari APBD sebagai penyertaan modal, sejak APBD 2020 sampai 2024.

“Ini butuh komitmen dan konsistensi bersama. Kita tetap bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Nagekeo, DPRD Nagekeo, masyarakat/nasabah agar tujuan mulia yakni masyarakat sejahtera dapat tercapai,” kata Tifaona.

Dikatakannya, sejak 18 Agustus 2020, pihak manajemen Bank NTT telah mempercayakannya sebagai Pimpinan Cabang Bank NTT Mbai, Kabupaten Nagekeo. Saat itu, Tifaona bersama 11 orang rekannya mengikuti seleksi untuk mengisi 4 (empat) posisi pimpinan cabang Bank NTT Surabaya, Bajawa, Labuanbajo, dan Mbai. Setelah melewati seleksi, enam orang dinyatakan lulus termasuk dirinya. Dan Tifaona kemudian mengikuti seleksi lanjutan dan dipercayakan sebagai Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay.

“Saya lolos seleksi dan dipercaya sebagai Pimpinan Bank NTT Cabang Mbai sejak 18 Agustus lalu. Saya baru saja melapor diri kepada Bupati Nagekeo, Pak Don Bosko sebelum memulai tugas di Mbai,” kata Tifaona.

Sekedar untuk diketahui, Matias Nara Tifaona merupakan putra asal Dusun Imulolong, Kecamatan Wulandoni, Lembata. Ia dilahirkan di Hadakewa, 6 Oktober 1978 dari pasangan Yohanes Galot Tifaona dan (alm) Rosa Kedapi Ikeng.

Tifaona menamatkan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Kalikasa dan SMP Negeri 1 Kalikasa, Atadei. Dan melanjutkan sekolah di SMA Negeri Lewoleba. Setelah itu masuk jurusan Manajemen FE Unika Widya Mandira Kupang tahun 1996 dan selesai 2002.

Pada tahun 2005, diterima bekerja di Bank NTT Cabang Lewoleba. Berselang setahun, pada tahun 2006 dipindahkan ke Labuanbajo, Manggarai Barat, sampai Mei 2008. Pada Juni 2008 dipindahkan ke Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua.

Tahun 2011 diberi kepercayaan menjadi Koordinator Unit Simpan Pinjam Desa (USPD) Sabu Timur. Tahun 2015 dipindahkan menjadi Kepala Kas Cabang RSUD dr Hendrik Fernandez Larantuka. Tahun 2017 menjadi Kepala USPD Boru, Kecamatan Wulanggitan dan pada Maret 2019 menjadi Pimpinan Bank NTT Cabang Pembantu Boru. Pada Juni 2019 menjadi Wakil Pemimpin Cabang Sabu dan Februari 2020 kembali dipercayakan sebagai Wakil Pimpinan Cabang Larantuka hingga menjadi Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay.

Suami dari Wilhelmina Korebima dan ayah dari Nopa dan Johan, ternyata semasa kuliah aktif sebagai anggota Resimen Mahasiwa (Menwa) Unika Widya Mandira. Di luar kampus, Tifaona merupakan anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Kupang.

Tifaona menyadari, sebagai mahasiswa, terlibat dalam organisasi intra dan ekstra kampus, adalah wadah efektif menempah diri untuk masa depan, saat bekerja. Disiplin dan kerja keras adalah sesuatu yang dibutuhkan. Pengalaman perjuangan orangtua dan saudaranya dari Imulolong hingga meraih sukses adalah pelajaran hidup yang selalu ia jadikan cermin. Kedua orangtuanya juga selalu memotivasi dirinya dalam berjuang menggapai cita-citanya.

“Nasehat kedua orangtua selalu saya pegang. Sukses itu sekadar konsekuensi dari konsistensi kita dalam bekerja keras dan bekerja cerdas. Selebihnya, doa adalah hal yang tak bisa ditawar,” ungkap Tifaona.

Namun baginya, apa pun kepercayaan yang diberikan, harus dijalani dengan tanggungjawab, jujur dan harus selalu rendah hati.

“Apa pun kepercayaan yang diberikan, dijalankan dengan tanggungjawab dan harus selalu rendah hati,” pungkas Mathias Tifaona.

Editor: Alvin Lamaberaf