Keluarga Giri di Lasiana Menduga Almarhum EG Bukan Meninggal Akibat Covid-19

Hasil tes swab milik satu dari 32 keluarga Giri di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, NTT, dinyatakan negatif Covid-19. (Foto: Dok Keluarga)
Hasil tes swab milik satu dari 32 keluarga Giri di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, NTT, dinyatakan negatif Covid-19. (Foto: Dok Keluarga)

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM – Keluarga almarhumah EG, diyakini bukan meninggal akibat Covid-19, tetapi karena penyakit lain yang dideritanya.

Pihak keluarga menduga hasil swab semestinya negatif, tetapi dipaksakan agar tercatat sebagai korban Covid-19.

Almarhumah EG, yang semasa hidupnya adalah dosen di FISIP Undana, meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2020) pagi di Rumah sakit Leona, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut penuturan Elton Giri, adik kandung almarhumah, kakak perempuannya diantar ke rumah sakit pada Jumat (30/10) malam.

Malam itu, pasien sempat mengalami kondisi kritis saat terlambat pemasangan alat bantu pernapasan.

Tubuh pasien sempat membiru dan diduga itu akibat kekurangan oksigen.

Pasien meninggal pada Sabtu dinihari karena terjatuh di toilet. Dan ketika ke toilet, pasien melepas selang oksigen.

Sementara keluarga yang menjaga sempat tertidur sehingga baru sadar setelah pasien terjatuh di toilet.

Menurut Elton, ketika masuk, pasien sempat menjalani rapid test pada pukul 20.00 Wita dan dinyatakan non reaktif.

Kemudian menjalani rontgen pada pukul 21.00. Lalu di-swab pertama pukul 23.00 dan swab kedua pada pukul 04.00 dinihari.

Swab kedua dilakukan setelah pasien terjatuh di kamar mandi dan beberapa saat kemudian meninggal dunia, Sabtu pagi. Hasil swabnya menyatakan positif Covid-19, tetapi sampai sekarang keluarga belum menerima hasilnya. 

Almarhumah kemudian dikuburkan menggunakan protokol Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasih Fatukoa, Kupang, pada Sabtu sore . 

Memang, diakui bahwa banyak pasien meninggal karena komorbid atau memiliki penyakit bawaan setelah terkena Covid-19. Tetapi bagi keluarga, sejak wabah merebak, almarhumah selalu menerapkan protokol kesehatan sehingga kecil kemungkinan terinfeksi virus corona.

Keluarga meragukan hasil swab dan terutama pengambilan swab kedua setelah pasien jatuh dan di saat kondisi pasien sedang kritis.

“Apakah ini dipaksakan supaya memenuhi syarat dua kali swab?” ujar Elton.

Oleh karena itu, Elton, yang mewakili keluarga, mendesak Dinas Kesehatan Kota Kupang dan pihak rumah sakit untuk jujur mengenai penyebab kematian kakaknya.

“Kami minta pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk jujur dalam hal ini,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, sejak kakanya dinyatakan meninggal akibat Covid-19, itu telah berdampak pada penghidupan seluruh keluarga, baik di Lasiana maupun di Kelurahan Tarus, Kabupaten Kupang.

“Masyarakat menjauhi keluarga kami. Kami tidak bisa berjualan, mencari nafkah, karena kami dijauhi. Kami menjadi korban dari informasi itu,” keluh dia.

Hasil Swab Keluarga Lambat Keluar