Harga Sembako di Lembata Stabil, Persediaan Telur Ayam Menipis

LEMBATA, SURYAFLOBAMORA.COM-Persediaan Sembilan jenis bahan pokok (Sembako) di Kabupaten Lembata menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru masih bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat. Namun hanya persediaan Telur Ayam yang menipis atau stok terbatas.

Pasalnya, permintaan Telur Ayam dalam beberapa minggu terakhir sangat tinggi, semenjak Lembata dilanda bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok. Sementara harga Sembako tidak mengalami kenaikan (stabil).

“Harga Sembako jelang hari raya masih stabil tidak ada kenaikan. Persediaan Sembako masih bisa, tetapi hanya stok Telur Ayam yang terbatas karena permintaan pasca bencana sampai dengan hari ini sangat tinggi,” kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lembata, Gabriel Bala Warat, Rabu (23/12/2020).

Kata Gabriel Warat, keterbatasan persediaan Telur Ayam tersebut, selain karena tingginya permintaan, tetapi juga disebabkan keadaan cuaca yang fluktuatif (tidak tetap) dan menghambat distribusi masuknya Telur Ayam di Lembata.

“Ini juga karena keadaan cuaca yang tidak menentu sehingga distribusi Telur Ayam masuk ke Lembata terkendala. Diharapkan dalam beberapa hari stok Telur Ayam bisa normal,” kata Gabriel Warat.

Hasil pantauan SuryaFlobamora.com, Rabu (23/12), persediaan Sembako di Kota Lewoleba cukup tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam masa perayaan Hari Natal dan Tahun Baru.

Hanya persediaan Telur Ayam yang mengalami kelangkaan. Stok Telur Ayam di beberapa Toko/Kios telah kosong. Dan saat ini persediaan Telur Ayam, masih ada di Toko Taruna, dengan jumlah persediaan 12 ikat. Pihaknya menjual harga Per Papan ( Isi 30 Butir) Rp. 60.000 dan harga Per Ikat ( Isi enam) Papan, Rp. 350.000.

Muhamad Ratu salah satu pengusaha warung di Lewoleba menyebutkan, sudah dua hari tidak mendapatkan Telur Ayam. Sejumlah Toko/Kios yang biasa menyediakan Telur Ayam, telah kosong.