Ratusan Warga di Lembata Antrian Memburu BBM untuk Biayai Sekolah Anak

LEMBATA, SURYAFLOBAMORA.COM- Ratusan warga di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) setiap hari antrian mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tiga buah SPBU yang ada di Lembata.

Seperti yang disaksikan Suryaflobamora.com dalam tiga minggu ini sampai hari ini, Senin (10/8).
Ratusan warga tersebut, antrian menggunakan sepeda motor, mobil dan jerigen. Mereka relah antrian panjang dalam barisan panas teriknya matahari. Mereka tidak jemu-jemu, keluar dan masuk SPBU mengisi sepeda motor, mobil dan jerigen.

Rata-rata para warga tersebut, Pengecer yang antrian BBM untuk dijual kembali. Ada dari antaranya, menjual BBM untuk hidupi keluarga, biayai sekolah dan kulia anak, usaha rumah tangga, bayar cicilan koperasi dan lainnya.

“Kami mau ongkos anak sekolah om. Untung juga sedikit saja. Kami kumpul sedikit-sedikit, supaya habis bulan bisa ada simpanan buat bayar sekolah dan kulia anak,” ungkap Martha Pengecer BBM yang ditemui, Senin (10/8).

Begitu juga Ferdy yang mengaku BBM yang diecernya, hanya untuk menambah penghasilan agar bisa membayar angsuran koperasi. Sementara istrinya usaha jualan kue.

“Kami buat tambah penghasilan saja biar bisa bayar utang koperasi. Untung sedikit saja le,” kata Ferdy yang mengaku mantan KSO yang dirumahkan.

Masih banyak warga lainnya yang sebagian besar mengatakan hal serupa, antrian BBM untuk dijual agar bisa menambah penghasilan, membiayai sekolah dan kulia anak.

Para Pengecer tersebut, setelah mendapatkan BBM, mereka mengisinya dalam botol bekas air mineral (Aqua). Ukuran 1 liter, dijual dengan harga Rp 10 ribu. Sementara ukuran 1,5 liter dijual dengan harga Rp 20 ribu. BBM dalam kemasan botol itu, dijajakan sepanjang jalan dan lorong di Kota Lewoleba dan Desa-desa. Namun, ada yang disimpan di rumah. Jika ada yang membutuhkan BBM, baru bisa dijual.

Namun, pada dua pekan yang lalu, ketika persediaan BBM menipis di Depo Larantuka dan Kapal Kayu Transportir BBM Lembata dua kali mengalami kerusakan, yang mengakibatkan distribusi BBM terganggu, ada Pengecer BBM di Lewoleba sempat menjual BBM dengan harga Rp 30 ribu-Rp 50 ribu per botol.

Tapi menurut rekaman Suryaflobamora.com, ketika ada Pengecer BBM yang menjual BBM dengan harga mahal hingga Rp 50 ribu, tidak mendapat teguran oleh pihak berwajib dan Pemerintah Daerah.

Namun dalam dua minggu terakhir, di jalan dan lorong, para Pengecer sudah kembali menjual BBM dengan harga normal Rp 10 ribu-Rp 20 ribu. Begitu juga antrian BBM di SPBU, tampak sudah kembali normal dan tidak terlihat berdesakan.

Reporter: Alle