Pemkab Nagekeo Panen Perdana Padi Inpari Nutri Zinc 49 Ton

Bupati Nagekeo Bersama Kelompok Tani Karya Nyata VI Nila Kelurahan Mbay 2, Meninjau Area Penangkaran Benih Padi Inpari Nutri Zink
Bupati Nagekeo Bersama Kelompok Tani Karya Nyata VI Nila Kelurahan Mbay 2, Meninjau Area Penangkaran Benih Padi Inpari Nutri Zink

MBAY, SURYAFLOBAMORA.COM- Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan penen perdana varietas Padi Inpari Nutri Zinc, Rabu (10/6).

Hasilnya, ada 49 ton yang dipanen dari lahan seluas 5 hektare. Dengan setiap hektare 9,8 ton gabah kering panen (GPK).

Padi Inpari Nutri Zinc tersebut, dikembangkan Pemkab Nagekeo untuk meningkatkan produktivitas petani Padi di Nagekeo dan untuk mengatasi persoalan stunting.

Ujicoba penangkaran benih Padi Inpari Nutri Zinc tersebut, dilakukan dengan menggandeng dua Kelompok tani (Poktan) yakni Poktan Karya Nyata VI di Kelurahan Mbay II dan Poktan Mia Mame di Kelurahan Danga.

“Panen perdana ini semata untuk mengukur sejauh mana tingkat produktifitas hasil Padi Inpari Nutri Zinc di area irigasi tekhnis persawahan Mbay,”kata Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Mursidin Pua Geno, Rabu (10/6).

Kata Mursidin, pengembangan Padi Nutri Zinc mendapatkan hasil yang cukup menggembirakan. Produktifitasnya 9,8 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Sehingga disimpulkan, area persawahan Mbay dianggap cocok untuk mengembangkan varietas Padi Inpari Nutri Zinc.

“Hasilnya bagus. Ada 9,8 ton gabah kering panen per hektare,”katanya.

Sementara Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosko Do yang turut hadir dalam panen perdana benih Padi Inpari Nutri Zinc mengatakan, Pemerintah Nagekeo akan bekerja sama dengan perbankan untuk memberikan pinjaman bunga lunak kepada para petani tersebut.

“Kendala yang selalu dialami petani di area persawahan Mbay, salah satunya adalah tingginya biaya produksi. Sehingga sejumlah Bank di Kabupaten Nagekeo enggan untuk memberikan pinjaman bunga lunak atau KUR,”kata Bupati Don.

Katanya, Pemerintah Nagekeo akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 60 miliar untuk mendukung kerja petani.
Anggaran sebesar itu, untuk membiayai pembangunan saluran drainase, pembangunan box pembagi air, jalan tani dan mendatangkan alat mesin pertanian.