BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur Terbuka untuk Semua Masyarakat  

SUMBA, SURYAFLOBAMORA.COM-
BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Sumba Timur, terbuka umum bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Hal itu ditegaskan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumba Timur, Haryaanjas pasang Kamase, saat penyerahan dana klaim kematian di Kecamatan kambera, Sabtu (27/4/2021).

Kata Haryaanjas, BPJS hadir untuk memberikan perlindungan yang sama kepada seluruh masyarakat Indonesia, baik pekerja penerima upah maupun masyarakat yang tidak menerima upah atau masyarakat Informal seperti para Petani, Peternak, Nelayan, Buruh dan Pekerja lainnya.
 
“Melalui Bupati Sumba Timur kita sudah serahkan, kartu peserta BPJS Jamsostek untuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) se-Kelurahan Lambanapu. Penyerahan secara simbolis ini, supaya menjadi informasi kepada masyarakat umum, bahwa BPJS Ketenagakerjaan ini berlaku untuk semua masyarakat pekerja yang ada di Sumba Timur,” katanya.

Menurutnya, BPJS ini bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga pekerja-pekerja Informal seperti Nelayan, Petani, Peternak, Buruh Tani dan pekerja lainnya. Semua itu dilakukan agar seluruh masyarakat di Indonesia mendapatkan perlindungan yang sama dari negara. Bantuan perlindungan ini merupakan perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat melalui BPJS Ketenagakerjaan, untuk memberikan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat pekerja yang ada di Indonesia.
 
“Kami hadir untuk memberi jaminan perlindungan kepada masyarakat. Masyarakat harus memanfaatkan program ini. Mari kita sama-sama mendukung program ini, dengan mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” pinta Haryaanjas.
 
Pihaknya berharap, dengan penyerahan simbolis yang dilakukan Bupati Sumba Timur, memberikan gambaran yang jelas, bahwa hadirnya BPJS Ketenagakerjaan di Sumba Timur, untuk mendukung seluruh program pemerintah, khusus dalam hal mengurangi angka kemiskinan.
 
“Ini selaras dengan program pemerintah yang secara terus menerus untuk mengurangi dampak kemiskinan. Kita harapkan, apabila terjadi resiko terhadap keluarga harapan, dimana yang menjadi tulang punggung keluarga, sehingga mendapatkan perlindungan yang sama dari Negara,” ungkap Haryaanjas.