Ketua FORMAPP Mabar Ditangkap Setelah Beraksi di Bandara Komodo

    Ketua Forum Asosiasi Pelaku Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat,Rafael Todoewela
    Ketua Forum Asosiasi Pelaku Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat,Rafael Todoewela

    LABUAN BAJO, SURYAFLOBAMORA.COM-
    Aksi demonstrasi para Pelaku Pariwisata Manggarai Barat atas kenaikan harga tarif masuk Taman Nasional Komodo akhirnya ditertibkan pihak kepolisian Polres Manggarai Barat, Senin (1/8) kemarin.

    Tiga Pelaku Pariwisata ditangkap termasuk Ketua Forum Asosiasi Pelaku Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat,Rafael Todoewela. Sebelumnya, dalam sebuah video rekaman, terlihat Rafael memberikan pernyataan akan membakar siapa pun yang melakukan aktivitas saat aksi penolakan berlangsung dari 1-31 Agustus 2022.

    “Labuan Bajo ini bukan milik politisi tapi milik masyarakat. Siapa yang bergerak hotel Bakar, siapa yang bergerak kapal Bakar, siapa yang bergerak guide bakar di tempat… Disitu baru kau lihat siapa tu Flores,” demikian pernyataan Rafael dalam cuplikan video tersebut.

    Kapolres Mabar, AKBP Felli Hermanto
    Kapolres Mabar, AKBP Felli Hermanto

    Menurut Kapolres Mabar, AKBP Felli Hermanto, Rafael Todowela dan dua warga lainnya ditangkap karena telah menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat Labuan Bajo di obyek vital nasional yakni Bandara Komodo.

    “Untuk sementara tiga orang ditahan. Kalau nanti berkembang akan disampaikan. Ketiganya ditahan untuk dimintai keterangan. Status ketiganya sebagai terlapor atau tersangka nanti akan kami sampaikan,” kata Felli.

    Dijelaskannya, Rafael Todowela dan dua rekannya diamankan kepolisian untuk menjaga kenyamanan dan keamanan Kamtibmas di destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo. Ketiganya saat ini justru melakukan aktivitas demo yang mengganggu Kamtibmas di obyek vital nasional. Sesuai Undang-undang Kepolisian, pihaknya wajib melindungi obyek vital nasional karena menyangkut hajat hidup orang banyak dari hal yang bersifat menganggu Kamtibmas.

    “Itu merupakan ancaman gangguan. Jadi kami ambil tindakan tegas kepada para aksi demo untuk diamankan, diambil keterangan di Polres Mabar,” jelas Felli.

    Informasi lapangan yang direkam Suryaflobamora.com, diduga aksi demonstrasi tersebut mendapat suport dana dari berbagai pihak mencapai ratusan juta. Dan dana tersebut baru puluhan juta digunakan untuk penggalangan massa dan aksi yang baru dimulai tanggal 1 Agustus 2022 kemarin.