Keluarga Wungubelen Somasi Bupati Flotim

Theodorus M. Wungubelen, SH, Pengacara Keluarga
Theodorus M. Wungubelen, SH, Pengacara Keluarga

LARANTUKA, SURYAFLOBAMORA.COM- Keluarga almarhum Jhoseph Wungubelen, sebagai ahli waris tanah Kota Baru Lokea Larantuka, melayangkan somasi kepada Bupati Flores Timur.

Somasi tersebut dilayangkan, karena di tengah upaya memperjuangkan hak milik mereka yang selama ini digunakan oleh Pemda Flores Timur. Keluarga justru mendapatkan fakta bahwa kantor pertanahan Flores Timur telah menerbitkan hak sertifikat tanah Kota Baru dengan hak pakai.

“Dengan sertifikat hak pakai, maka jelas Pemda mengakui tanah tersebut bukan tanah milik Pemda Flotim. Ahli waris baru mengetahui adanya sertifikat hak pakai tersebut pada awal Maret 2022. Penerbitan hak pakai tanah tersebut juga bertentangan dengan peraturan yang ada,” kata Wungubelen, Rabu (11/5).

Kondisi tersebut, menyebabkan Fransika A. Yo Wungubelen, Bernadus Wungubelen, Yohanes Yongki Wungubelen, Yoseph Hormu, dan Mariana Ilon de Rosary selaku ahli waris almarhum Jhoseph Wungubelen, melayangkan somasi kepada Bupati Flores Timur. Somasi tersebut dilayangkan melalui Theodorus M. Wungubelen, SH, selaku pengacara keluarga.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Theodorus M. Wungubelen menjelaskan, berdasarkan riwayat kepemilikan, tanah tersebut bukan merupakan tanah milik Pemda Flotim.

“Tanah tersebut milik almarhum Jhoseph Wungubelen, yang diperoleh tahun 1954 dari Raja Don Gaspar Sira Demon DVG,” ujar Wungubelen.

Ditambahkannya, pada tahun 1960 oleh karena Pemerintah Flores Timur membutuhkan lahan untuk pembangunan kantor, maka Bupati KDH TKT II Kabupaten Flores Timur Johakim Bl. de Rosary meminta kepada Raja Don Gaspar Sira Demon DVG agar Pemerintah TKT II Kabupaten Flores Timur menggunakan tanah lokasi milik Jhoseph Wungubelen dan Leo Fernandez, untuk dapat digunakan sementara membangun fasilitas pemerintah.

Wungubelen juga menjelaskan, atas persetujuan Jhoseph Wungubelen dan Leo Fernandez, tanah tersebut diserahkan secara lisan oleh Raja Don Lorenzo Sira Demon DVG kepada Pemerintah TKT II Kabupaten Flores Timur untuk dapat digunakan sementara waktu.