Komisaris PT Flobamora Diduga Mengotaki Percobaan Pembunuhan

    Para Pelaku Yang Diduga Melakukan Percobaan Pembunuhan Wartawan Fabi Latuan Ditangkap Kepolisian Polresta Kupang
    Para Pelaku Yang Diduga Melakukan Percobaan Pembunuhan Wartawan Fabi Latuan Ditangkap Kepolisian Polresta Kupang

    JAKARTA, SURYAFLOBAMORA.COM-Kasus percobaan pembunuhan wartawan Online Suaraflobamora, Fabi Latuan pada 26 April 2022, telah menuju titik terang.

    Pihak Kepolisian Resort Kupang berhasil menangkap dan mengamankan 5 (lima) orang yang diduga pelaku saat melarikan diri di Samarinda, Kalimantan Timur.

    Namun dalam aksi kejahatan itu, Komisaris PT Flobamora, Hadi Djawas diduga mengotaki atau dalang seluruh rangkaian percobaan pembunuhan terhadap wartawan Fabi Latuan.

    “Dalangnya diduga adalah Hadi Djawas,” kata Siprianus Edi Hardum, SH, MH Praktisi Hukum dan Pengacara Kantor Hukum Edi Hardum and Partners, seperti yang dikutip dari RakyatNTT. com, Selasa (10/5).

    Kata Edi, Polda NTT harus segera memeriksa Pimpinan PT Flobamora, Hadi Djawas. Pasalnya, Hadi Djawas diduga merupakan dalang di balik penganiayaan wartawan tersebut.

    “Saya salut dengan Polisi yang menangkap orang yang menganiaya wartawan itu. Tetapi penangkapan mereka ini, harus bisa menangkap dalangnya,” kata Edi Hardum.

    Dugaan terhadap Hadi Djawas sebagai dalang atau mengotaki kejahatan itu diperkuat dengan kronologi kasus tersebut. Di mana, Hadi Djawas selalu menghindar ketika hendak diwawancara terkait dugaan penyelewengan dana di PT Flobamora.

    “Belakangan, ia mengundang beberapa wartawan untuk melakukan jumpa pers. Kemudian dia mengundang sang wartawan untuk menghadiri konferensi pers. Nah, di dalam konferensi pers itu kan dia tanya nama wartawan, setelah itu terjadi pemukulan,” kata Edi Hardum.

    Keterlibatan Hadi Djawas diperkuat dengan fakta, kalau lokasi penganiayaan tidak jauh dari tempat konferensi pers. Sementara penganiayaan itu berlangsung, sesaat setelah konferensi pers.

    “Polisi harus periksa ini orang. Harus dipanggil. Saya menduga kuat, dialah dalangnya. Saya minta Polda NTT, siapa pun di belakang orang ini atau di belakang para pelaku, harus ditangkap. Jangan hanya stop di pelaku yang ditangkap,” pungkas Edi Hardum.