Kapal TKI Ilegal Karam di Perairan Sumut! Ini Identitas 63 Penumpang, Terbanyak Dari NTT

Proses evakuasi kapal kayu PMI ilegal karam. (Foto: dok. Istimewa)
Proses evakuasi kapal kayu PMI ilegal karam. (Foto: dok. Istimewa)

ASAHAN, SURYAFLOBAMORA.COM – Kapal kayu bermuatan 89 orang pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI tanpa dokumen (ilegal) karam di perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Upaya evakuasi terhadap puluhan PMI ilegal itu dilakukan.

Komandan Pos Badan SAR Nasional (Basarnas) Tanjungbalai Asahan Ady Pandawa membenarkan peristiwa tersebut. Kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, Sabtu (19/3/2022).

“Laporan yang kami terima, ada kapal kayu nelayan bermuatan 89 orang PMI ilegal berangkat dari wilayah perairan Asahan menuju Malaysia karam. Saat ini masih proses evakuasi,” kata Ady Pandawa.

Dia melanjutkan tim SAR saat ini telah mengevakuasi 63 penumpang kapal dari 89 orang yang dilaporkan.

“Sebanyak 63 orang berhasil kami evakuasi. Mereka terombang-ambing di tengah laut, sementara 26 orang lagi belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian,” ujarnya.

Dari 63 orang yang dievakuasi tersebut, dua orang di antaranya meninggal dunia. “Dari 63 orang, dua orang yang kami evakuasi meninggal dunia. “Keduanya berjenis kelamin pria dan wanita. Atas nama Basman, usia 53 tahun, pria, warga Sulawesi Selatan dan Anatasyah Ponis, usia 43 tahun, wanita, warga Nusa Tenggara Timur,” kata Komandan Pos Basarnas Asahan Tanjungbalai, Ady Pandawa kepada wartawan.

Berikut identitas 63 orang yang berhasil dievakuasi termasuk dua diantaranya meninggal dunia yakni :

1. Darlis Sitorus (23), kepala kamar mesin kapal, alamat Tanjungbalai, Sumut.

2. Rahmad Darwis Pangaribuan (48), anak buah kapal, alamat Tanjungbalai.

3. Jeri (19), alamat Modemu Nusa Tenggara Timur (NTT).

4. Mera (27), alamat Wedomu, NTT.

5. Nona (25), alamat Wedomu, NTT.

6.Fina (38), Wedomu NTT.

7. Hapipudin (37), Lombok.

8. Rupat (46), Lampung Tengah.

9. Suryadi (29), Jawa Tengah

10. Mukidin (40), Jawa tengah.

11. Supardi (30), Jawa timur

12. Ajuar (22), Lombok.

13. Delson (18), NTT

14. Tono Suparno (45), Jawa Barat

15. Abdul Rasad (30), Sulawesi Selatan.

16. M Thamrin, (29), Sulawesi Selatan.

17. Ilham (20), Sulawesi Selatan.

18. Yosef Tupan (34), Flores Timur

19. Paud (22), NTT.

20. Sawal (39), Lombok Barat.

21. Abdul Haris (39) NTT

22. Ikang Fauji (24), Lombok barat

23.Heri (28), Jawa Barat

24. Nurhuda (47) Jawa Timur

25.Rishernawatu (43) Jawa Barat

26.Nurati (54), Sulawesi Selatan.

27. Ika Febriani (35), Jawa Timur.

28. Asis (27), Madura, Jawa Timur.

29. Hatiah (23) Madura, Jawa Timur.

30. Yulius Mali (37), NTT.

31. Ojena Monis (35), NTT.

32. Roplina Monis (33), NTT.

33.Meliana Hoar (24), NTT.

34. Samiati (38), Jawa Timur.

35. Remigio (28), NTT

36. Dominggus Salam (38), NTT.

37. Elih Suhailiah (49), Jawa Barat.

38. Ati Asrati (50), Jawa Barat.

39. Sri Wahyuningsih (40), NTT.

40.Hiponia Bana (23), NTT.

41. Sarniwati (50), Sulawesi Selatan.

42. M. Maksum (35) Semarang, Jawa Tengah.

43.Kuntoro (28), Jawa Tengah.

44. M. Sabrin (25), Sulawesi Selatan.

45. Aisyah (19), Sumatera Barat.

46. Yuli (32), Jawa Barat.

47.Maria Magdalena (45), NTT.

48. Satrio Wicaksono (35), Jawa Tengah.

49. M .Husin (38), Jawa Timur.

50. Amin Tohari (41) Jawa Timur.

51. Madjuri (43), Surabaya.

52. Sahna (41) Lombok.

53. Sariat (30) Jawa Timur.

54. M. Nasraf (18) Sulawesi Selatan.

55. Rasiano Silpa (28), NTT.

BACA:Kapolri Mutasi 11 Kapolres di NTT, Ini Daftarnya!

BACA:Jenazah Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Dibawa ke Pulau Adonara Flores Timur, Ini Profile Frans Lebu Raya