ALEKS BEDING dan KOPO LERE

P. Alex Beding, SVD dan P. Sonny Keraf, SVD Saat di Biara Simeon Ledalero
P. Alex Beding, SVD dan P. Sonny Keraf, SVD Saat di Biara Simeon Ledalero

ALEKS BEDING dan KOPO LERE

P, Aleks Beding, SVD mengakhiri hidupnya pada usia yang terbilang panjang, ya 98 tahun, beberapa bulan setelah merayakan 70 tahun imamatnya di Biara Simeon, Ledalero. Karena usianya yang panjang, Pater Aleks cukup dikenal oleh beberapa generasi SVD sesudahnya.

Tapi tentu tidak hanya itu. Pater Aleks adalah ikon. Dia adalah imam pertama Tana Baja Lembata. Dialah, boleh dibilang, yang membuka pintu masuk bagi banyak anak muda Lembata umumnya dan Lamalera khususnya, untuk turut memilih menjadi biarawan-misionaris.

Ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Pater Aleks amat rutin ke kampung Lamalera, menumpang KM, Arnoldus (entah sudah ke mana KM, Arnoldus itu), dan merayakan ekaristi di Gereja Paroki St, Petrus Paulus Lamalera. Kehadirannya menggugah dan kesahajaannya serupa guru yang mengajarkan kami bahwa untuk hidup sebagai seorang biarawan, kesahajaan hidup adalah tuntutan, hal yang tentu makin sulit dijumpai saat ini di kalangan biarawan misionaris.

Ketika merayakan misa perdana saya di Lamalera, Pater Aleks bersama Romo Yosef Gowing Bataona hadir mendampingi saya. Dalam sambutannya di Neme Levotuke, Pater Aleks menasehati saya tentang apa yang dia sendiri hidupi, ya kesahajaan. Menjadi imam, kata Pater Aleks, bukan untuk mengejar privilese religius, bukan juga untuk menaikkan status sosial di tengah masyarakat, melainkan untuk menjadi seperti Kopo Lere (Kunang-Kunang) yang terus merendah ketika terbang agar bisa menjangkau mereka yang paling bawah, yang lebih sering jauh dari perhatian dan tanggung jawab sosial.

Lalu bagaimana bisa terbang kian merendah? Pater Aleks telah membuktikan itu dalam hampir sebagian besar hidupnya dengan kerja, malah dengan kerja yang oleh banyak orang dipandang remeh temeh. Dia seorang kuli tinta yang amat setia merekam semua peristiwa dengan kronik hingga menulis buku dengan sentuhan historis yang amat luar biasa. Saya boleh bilang, di kalangan kami misionaris SVD, Pater Aleks adalah sedikit atau satu-satunya yang amat detil dalam menulis tentang masa lalu, yang menulis dengan data, yang merekam semua peristiwa dengan intuisi yang mumpuni.