Rektor Unwira Hidupkan Spirit Panca Mandala Memaknai Pancasila

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Universitas Nusa Cendana, yang diselenggarakan di Aula Undana Kupang, oleh Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Selasa (8/12/2021)
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Universitas Nusa Cendana, yang diselenggarakan di Aula Undana Kupang, oleh Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Selasa (8/12/2021)

UNWIRA, SURYAFLOBAMORA.COM- Pemaknaan terhadap nilai-nilai Pancasila di dunia kampus atau civitas akademika saat ini dinilai dan dianggap sangat penting.

Untuk membumikan nilai-nilai Pancasila itu, dunia kampus harus bisa bekerja dalam semangat kemitraan Panca Mandala, bahkan jauh lebih luas dalam semangat Multiple Helix atau melalui cara-cara edukasional, akademik dan scientific.

Tujuannya, agar nilai-nilai Pancasila benar-benar bisa dibumikan dan diamalkan secara sungguh-sungguh oleh semua pihak. Dunia Perguruan Tinggi di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia umumnya, seyogyanya terpanggil untuk bersama pemerintah, meningkatkan pemahaman dan membumikan nilai-nilai pancasila tersebut.

“Semangat Panca Mandala bahkan Multiple Helix harus dihidupkan untuk memaknai nilai-nilai Pancaaila di kampus. Dan ini melibatkan Akademisi, Organisasi Kemasyarakatan, Media Massa, Dunia Usaha, dan Pemerintah Daerah,” jelas Rektor Universitas Katolik Widya Mandira, P. Dr. Philipus Tule, SVD.

Pandangan penguatan nilai Pancasila ini, disampaikan Rektor Unwira saat menghadiri penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Universitas Nusa Cendana, yang diselenggarakan di Aula Undana Kupang, oleh Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu 8 Desember 2021.

Sebelum hadiri penandatanganan MoU, Rektor Unwira membawakan makalah tentang “Nilai-nilai Pancasila dan Gotong Royong” bersama Prof Mintje Ratoe Oejoe di Aula Eltari. Kegiatan itu dilakukan bersama BPIP untuk Pembentukan Jejaring Panca Mandala (JPM) FLOBAMORA, NTT.

Mikhael Rajamuda Bataona Dosen Fisip Unwira menjelaskan, dalam materi makalah yang dipaparkan, Rektor Unwira memberi beberapa pandangan kritis terkait peran akademisi dan civitas akademika dalam membumikan nilai-nilai Pancasila.

Pakar Islamologi itu menawarkan metode Dekonstruksi Derrida sebagai cara kerja akademik untuk membaca teks Pancasila dan teks permenungan Bung Karno dari Ende. Tujuannya, agar teks tersebut dihidupkan kembali, terbuka untuk diperluas dan diperkaya.