Hotel di Pesisir Teluk Kupang Bermasalah

Hotel di Pesisir Teluk Kupang Bermasalah
Hotel di Pesisir Teluk Kupang Bermasalah

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM- Sejumlah hotel yang dibangun di Pesisir Teluk Pantai Kupang, Provinsi NTT bermasalah.

Hal itu sudah diungkapkan sebelumnya oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat sejak tahun 2019. Namun hingga saat ini, Pemprov NTT belum juga mengambil sikap tegas menindak temuan atas soal tersebut.

Setelah dua tahun berjalan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti hal itu. Dari sekian banyak hotel bermasalah, KPK justru menyoal bangunan M Hotel di Teluk Kupang, yang kini menjadi Swiss-Belcourt Hotel.

Swiss-Belcourt Hotel diketahui melanggar Peraturan Daerah (Perda)  No. 12 Tahun 2011 yang telah diubah dengan Perda No. 9 Tahun 2012 tentang Rencana Detail Rata Ruang Kota Kupang. Pembangunan hotel tersebut, melanggar garis sempadan pantai.

“Benar, ada supervisi dari KPK terhadap persoalan perizinan. KPK temukan bangunan eks M Hotel tersebut langgar aturan/Perda Tata Ruang,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Kupang, Frangki Amalo, Selasa kemarin.

KPK sudah memberikan sejumlah rekomendasi, agar akses jalan pesisir (jogging track) harus diberi ruang untuk dilanjutkan pembangunannya. Sedangkan, sebagian bangunan hotel yang telah menyalahi tata ruang, harus dibongkar. Saat ini persoalan ini sedang ditinjau Dinas PUPR Kota Kupang.

“KPK rekomendasi, bangunan hotel yang menyalahi tata ruang harus dibongkar,” kata Frangki.

Menurutnya, dinasnya hingga saat ini, hanya memegang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hotel tersebut. IMB itu telah diajukan dan dikeluarkan Pemkot Kupang tahun 2012 dan 2015 dengan nama Hotel M. Sedangkan pembangunan bagian hotel yang ada di area jogging track, belum ada IMB, sehingga dianggap ilegal. 

“Bangunan bagian sisi belakang, sampai sekarang belum ada IMB-nya,” kata Frangki.