Tiga Saksi Dugaan Pembunuhan Wakasek SMK Atadei Diperiksa Polisi

Ilustrasi penemuan mayat
Ilustrasi penemuan mayat

LEMBATA, SURYAFLOBAMORA.COM-Kematian tidak wajar Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMK Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Agustinus Leyong Tolok, genap 100 hari, Senin (22/2/2021).

Namun, kasus dugaan pembunuhan itu, belum terungkap. Para penyidik Polres Lembata masih terus mencari dan mengumpulkan data-data terkait peristiwa tersebut. Dan baru 3 (tiga) saksi yang diperiksa penyidik. Yakni berinisial AW, YSK dan AYB. Tiga saksi tersebut, berada di lokasi penemuan jasad, sebelum korban ditemukan.

Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten dan Kasat Reskrim IPTU Komang Sukamara yang dimintai keterangan terkait perkembangan kasus ini, tidak memberikan jawaban. Pesan WhatsApp yang dikirimkan tidak dibalas.

Sementara Kuasa Hukum Emanuel Belida Wahon yang dikonfirmasi, membenarkan adanya pemeriksaan tiga saksi tersebut, oleh penyidik Polres Lembata.

“Iya benar hari ini 100 hari kematian. Dan Penyidik telah mengantongi nama-nama warga Desa Katakeja yang sebelum pencarian dan saat pencarian mereka beraktifitas di lokasi penemuan mayat dan melewati lokasi penemuan mayat. Tiga saksi sudah diperiksa polisi. Masih ada saksi lainnya,” kata Belida Wahon.

Belida mengatakan, mudah-mudahan dengan keterangan dari masyarakat, para penyidik dapat memperoleh petunjuk atas kematian almarhum Agustinus Tolok, sambil menunggu hasil otopsi.

“Semoga ada petunjuk tentang kematian Agustinus Tolok. Kita apresiasi kepada penyidik yang responsif terhadap informasi sekecil apapun terkait kematian almarhum. keluarga tetap komitmen dan konsisten berada bersama penyidik untuk selalu memberikan informasi kepada penyidik demi terkuaknya penyebab kematian almarhum,” ungkap Belida.

Untuk diketahui, korban atas nama Agustinus Leyong Tolok alias Gusto ditemukan tak bernyawa dengan kondisi fisik tidak wajar. Wajahnya membiru dengan posisi tidur tergeletak di selah batu di Kali Mati, dekat kandang Babi, yang tak jauh dari lokasi SMK Atadei.