Paskalis Leuweheq Rugi Puluhan Juta Setelah 34 Ekor Babi Mati Beruntun

Paskalis Leuweq
Paskalis Leuweq

LEMBATA, SURYAFLOBAMORA.COM-Virus African Swine Fever (ASF) atau demam Babi Afrika menyerang ratusan Babi di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, sejak November 2020.

Serangan virus yang memuncak pada 21 Desember 2020 tersebut, mengakibatkan sekitar 800-an Babi milik warga Lembata mati. Termasuk Babi milik Paskalis Leuweheq, salah satu pengusaha Babi di Lembata.

Paskalis mengaku sangat terpukul dengan peristiwa tersebut. Pasalnya, 34 ekor Babi miliknya mati beruntun. Sementara Babi peliharannya itu, selama ini sangat membantu kehidupan rumah tangganya. Jika dihitung, dari 34 ekor Babi tersebut, Paskalis merugi sekitar Rp 50 an juta.

“Saya sangat sedih, terpukul dengan kejadian ini. Saya rugi puluhan juta. Kalau ini perusahan, maka saya bangkrut karena memang banyak pengorbanan. Selain waktu dan tenaga pakan pun saya korbankan. Jagung saja kalau mau dihitung bisa mencapai ton. Saya merasa sebagian kekuatan saya secara ekonomi, hilang lenyap,” ungkap Paskalis, Minggu (24/1/2020).

Katanya, selama ini keluarganya merasa sangat terbantu dengan Babi peliharaannya. Hasil jualan Babi, bisa membiayai sekolah dan kulia anak serta mencukupi kebutuhan lainnya.

BACA:Yandha Selan dan Paulus Kollo Asal Kupang, dan Empat Lainnya Lolos dari Maut Setelah Batal Terbang dengan Sriwijaya Air

BACA:Keluarga Giri di Lasiana Bingung, Dinkes Kota Kupang Arahkan Ambil Hasil Swab Almarhumah EG di RS Leona