Gegara Cinta, Pria di Sumba Digantung Kepala ke Bawah

SUMBA, SURYAFLOBAMORA.COM-
Seorang pria di Desa Rama Dana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, digantung dengan posisi kepala ke bawah, gegara cintanya tidak direstui orangtua wanita.

Kejadian itu menjadi tranding topik di sejumlah media setelah video berdurasi 1.11 menit itu, diposting di facebook.

Dalam video itu, seorang pria tergantung dengan posisi kepala di bawah. Sementara di sekelilingnya duduk sekelompok orang, termasuk dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berseragam lengkap. 

Dalam postingan dalam group facebook berita sumba barat daya II, sebuah akun bernama Tujuh Juli Yuli yang mengaku sebagai ibu kandung korban menyatakan, anaknya bukan pelaku kriminial yang harus menerima hukuman keji seperti itu. Bahkan setelah kejadian itu anaknya kini terbaring di rumah sakit.

“Terimakasih sudah menerima  saya bergabung di grup ini. Saya ibu rumah tangga kerja di negeri orang. Saya mohon kepada bapak penegak hukum dan terkhususnya bapak kepala Negara RI harapkan keadilan atas hakasasi anak saya yang diperlakukan seperti binatang. Anak saya bukan pelaku kriminal yang mesti digantung dan disiksa dan dijadikan tontonan umum. Sekali lagi saya mohon kepada semua pihak dan siapapun yang membantu saya dan anak saya yang masih terbaring dirumah sakit  hingga saat ini,” tulisnya dalam postingan itu.

Menurut akun tersebut, anaknya disiksa dengan cara digantung kepala dibawa karena membawa lari sang pacar pasca tidak disetujui hubungan mereka oleh keluarga wanita. Setelah ditangkap, anaknya kemudian diberi hukuman gantung pada tanggal 22 Oktober, di Desa Rama Dana, RT 03, Dusun 1.

“Masalanya anak saya ini yang disiksa digantung seperti binatang dia pacaran dengan si perempuan yang sama-suka, karena mereka tidak disetujui jadi mereka kabur dari rumah melarikan diri akhirnya mereka ditangkap pihak keluarga perempuan. Anak saya disiksa digantung seperti binatang. Kejadiannya tanggal-22-10-2020, kejadiannya di Sumba Barat Daya, Kecamatan Loura Desa Ramadana Rt3, dusun 1,” ungkap Tujuh Juli Yuli.

Editor: Alvin Lamaberaf