Pasar Pada Lembata Belum Rampung, PPK Pusing Saat Kontraktor ‘Kabur’

LEMBATA, SURYAFLOBAMORA.COM-Pembangunan Gedung Baru Pasar Rakyat Pada, Lewoleba, Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai Rp 5,7 miliar, belum rampung dikerjakan PT Kalimasada Zaharaa Jaya. Sementara Kontraktor pengerjaan gedung tersebut, sudah ‘kabur’ atau menghilang tanpa kabar ke Bandung.

Dan hal itu mengakibatkan, gedung pasar yang dibangun menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan tersebut, belum bisa diserah terimakan dan difungsikan para pedagang di Lembata.

Seperti pantauan SuryaFlobamora.com, Gedung Pasar Rakyat Pada dalam kondisi pengerjaan belum selesai. Pintu atau Rolling Door sebagian besar lapak sudah rusak dan ada yang belum terpasang. Selain itu, ukuran lapak yang disiapkan sangat kecil dan sempit. Beberapa bagiannya sudah dicoret-coret dengan cat. Dilihat saksama, gedung tersebut asal dibangun dan tidak layak digunakan untuk menjajahkan atau menyimpan barang dagangan.

“Tidak tahu sampai kapan gedung itu bisa dipakai. Lagian lapak itu kecil sekali. Kita mau simpan atau taruh barang di mana, kita mau berdiri di mana? Kecil sekali dan belum dipakai sudah mulai rusak,” kata Niko Pedagang Sembako, Kamis (15/10/2010).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Gedung Pasar Pada, Karolus Wayong mengakui progres pembangunan gedung senilai Rp 5 miliar lebih tersebut, lebih sangat lambat dikerjakan kontraktor.

“Kalau kita lihat progresnya memang lambat sekali. Buat kita pusing juga. Artinya ini juga tanggungjawab,” kata Karolus saat dihubungi media Rabu (14/10/2020) kemarin.

Kata Karolus, memang ada kendala transportasi dari Jawa, sehingga ada item-item fisik, terlambat sampai di Kota Lewoleba.

“Saat liburan lebaran, semua tenaga kerja sudah pulang ke kampung halaman di Pulau Jawa. Sangat lambat penyelesaiannya dan itu buat saya tidak bisa tidur. Setiap hari, saya terus kirim pesan dan komunikasi dengan kontraktor untuk menyelesaikan apa yang jadi tanggungjawab mereka,” kata Karolus.

Katanya, pihaknya masih menunggu Surat Keterangan Tanggungjawab Mutlak (SKTM) dari pihak ketiga berdasarkan rekomendasi dari kementerian. Surat ini berkaitan dengan tanggungjawab pihak ketiga, dalam hal ini PT Kalimasada Zaharaa Jaya. Perihalnya tentang pelbagai temuan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu.

“Surat itu jadi bukti kelengkapan administrasi, supaya Kementerian bisa mengambil tindakan, apabila pihak ketiga ditemukan lalai dalam perjanjian,”katanya.

Dikatakan Kàrolus, pihak kontraktor sudah berjanji, jika 27 unit rolling door yang selama ini belum terpasang, akan tiba di Lewoleba dalam bulan ini. Pasalnya, apabilah rolling door sudah terpasang, maka gedung pasar sudah bisa dimanfaatkan.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag Kabupaten Lembata, Mickael Boli mengaku, banyak sekali kekurangan yang ditemukan pihak Inspektorat Jenderal Kementerian Perdagangan saat memantau hasil pengerjaan fisik gedung pasar tersebut. Termasuk tidak adanya progres pengerjaan tahap akhir (finishing).

Dalam kunjungan pertama, Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Perdagangan menemukan kekurangan sekitar Rp 700 juta. Kemudian dalam kunjungan kedua, Tim kementerian tersebut, menemukan sisa kekurangan sekitar Rp 300 juta.

Editor: Alvin Lamaberaf