Ini Ungkapan Gideon Wahon dan Oa Keraf Wisuda Online Unika Kupang di Lembata

LEMBATA, SURYAFLOBAMORA.COM-
Di tengah situasi wabah virus Covid 19 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk berjuang meraih cita-citanya.

Sabtu (3/10) kemarin, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (Unika) mewisudakan 628 mahasiswa secara online. Termasuk Gideon Wahon Mahasiswa Jurusan Arsitek dan Maria Magi Keraf Mahasiswi Jurusan Administrasi Negara.

Covid 19 benar-benar telah mengubah segalanya. Para mahasiswa terpaksa melakukan selebrasi kelulusan menempuh pendidikan tinggi secara online.

Gideon Wahon putra dari Bapak Remigius Wahon dan Ibu Veronika Blolok yang ditemui mengatakan, sangat bahagia bisa merayakan wisuda secara online bersama segenap keluarga. Meskipun secara online tetapi sungguh berkesan. Pasalnya, dirinya telah berjuang dengan sungguh, walapun banyak tantangan yang dihadapinya saat menjelang penyusunan tugas akhir.

“Saya bahagia bisa meraih dan merayakan perjuangan menjadi sarjana ini bersama segenap keluarga di rumah. Ini tidak gampang. Saya sempat sakit dan dioperasi jelang penyusunan skripsi. Tapi saya berusaha kuat sampai akhirnya saya wisuda. Terima kasih buat bapa, mama, opa dan oma serta semua keluarga yang telah mendukung saya,” ungkap Gideon, Minggu (4/10).

Kata Gideon, di tengah kebahagiaan bersama keluarga, tetapi ada kerinduan juga terhadap teman dan sahabat seangkatannya yang tidak bisa bertemu dan berjabat tangan. Tetapi Gideon yakin, meski jauh di mata tetapi dekat di hati.

“Saya bahagia ada bersama keluarga tetapi saya juga rindu teman-teman. Kami jauh lewat online tetapi dekat di hati. Kami semua bahagia bersama keluarga,” kata Gideon.

Hal senada diungkapkan oleh Oa Magi Keraf anak dari Bapak Hendrikus Kia Keraf dan Ibu Lusia Nula Kei.

Oa Keraf mengatakan, entah diwisuda secara online dan tidak secara fisik, tetapi itu bahagia dan harus dirayakan. Bahwa perjuangan menjadi sarjana tidak semudah yang dipikirkan. Semua butuh perjuangan, komitmen dan konsistensi.

“Saya bahagia, keluarga bahagia bisa bersama menyaksikan saya diwisuda secara online. Kalau wisuda fisik di Kupang, belum tentu semua hadir. Dan ini berkesan. Wisuda di masa pandemi Covid 19, akan menjadi kenangan manis kapan pun. Akan selalu diingat. Semoga ini jadi kenangan paling manis yang takan terlupakan,” ungkap Oa Magi Keraf.

Oa Magi berharap, semoga dengan situasi Covid 19 ini, tidak meluluhkan semangat untuk kembali lagi berjuang agar bisa mendapatkan pekerjaan.

“Covid 19 ini buat saya semangat agar bisa cari kerja. Hidup makin sulit, saya tidak mau patah semangat. Sekarang harus bisa kerja bahagiakan bapak dan mama serta semua keluarga yang telah membantu saya. Terima kasih buat semua,” pungkas Oa Magi Keraf.

Editor: Alvin Lamaberaf