Konvoi Mengantar Jenazah Sang Pelantun “Digiyo Digiye” Asal Maumere di Batas Yogyakarta

Rombongan konvoi saat mengantar jenazah almarhum Black Finit di batas Kota Yogyakarta, depan Candi Prambanan, Yogyakarta. (Foto: Suryayogya.com/gaga sallo)
Rombongan konvoi saat mengantar jenazah almarhum Black Finit di batas Kota Yogyakarta, depan Candi Prambanan, Yogyakarta. (Foto: Suryayogya.com/gaga sallo)

YOGYAKARTA, SURYAFLOBAMORA.COM – Tidak terdengar lagi suara khas reggae untuk selamanya, engkau pergi untuk tidak kembali. Sentakan kaki dan kibasan rambut gimbalmu tidak membahana lagi di atas panggung reggae untuk selamanya.

Ratusan pelayat dengan duka yang mendalam mengatarmu sampai di batas Yogyakarta untuk dirimu kembali ke Maumere, tanah kelahiranmu.

Begitulah pantauan Suryayogya.com (grup Suryaflobamora.com) menyaksikan dan mendengar rintihan serta tangisan konvoi ratusan orang dari RS Panti Rapih menuju batas Yogyakarta depan Candi Prambanan, Sabtu (26/9/2020).

Ambulance meraung-raung melintasi jalanan keluar dari RS Panti Rapih menuju Kota Surabaya untuk diterbangkan ke Kota Maumere, Flores, NTT.

Konvoi pelayat terlihat memadati jalanan dengan ekspresi kesedihan melepas sang seniman musik reggae untuk kembali ke Sang Pencipta selamanya.

Ambulance yang membawa jenazah almarhum Black Finit keluar dari rumah sakit. (Foto: Suryayogya.com/gaga sallo)
Ambulance yang membawa jenazah almarhum Black Finit keluar dari rumah sakit. (Foto: Suryayogya.com/gaga sallo)

Keluarga besar Shaggydog terlihat hadir di RS Panti Rapih untuk melepas pergi jenazah Albert Gerson Unfinit ke kota kelahiran Maumere, Sikka.

Terlihat Heru sang vokalis, istri dari Almarhum Elda yang juga merupakan saudari kandung dari Richard sang gitaris Shaggydog. Juga terlihat anak kedua dari almarhum, Kingki yang kini duduk di Kelas dua SD, Ibra yang saat ini berada di kelas V SD, juga Santo, mertua almarhum, Yoyo Drumer Ibra yang saat ini berada di kelas V SD.

Kepergiannya juga membawa duka yang mendalam buat komunitas senimam musik reggae yang selama hidup sering bersama dalam berkarya dan menghibur masyarakat dan pecinta musik reggae.

Banyak karya yang telah ditorehkan dalam blantika musik reggae dan sudah dapat dinikmati di jaringan media sosial yang kini berkembang pesat.

Selamat jalan “Black” semoga karya-karyamu dapat dinikmati oleh pencipta musik nusantara dan menjadi inspirasi untuk sesama.

Keluarga besar Nusa Tenggara Timur (NTT) Yogyakarta berduka atas meninggalnya seniman yang saat ini berkarya dengan tulus untuk membangun dunia musik Reggae.

Pesan pesan dari lagu yang diciptakan jelas membangun nilai nilai sosial yang kini harus terus dilestarikan.

Penulis: Gaga Sallo