Dua Tersangka Kredit Macet Bank NTT Kembali Ditangkap Kejati

Dua tersangka kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya, William Kodrata dan Loe Mei Lien tiba di Kupang, Senin (6/7)
Dua tersangka kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya, William Kodrata dan Loe Mei Lien tiba di Kupang, Senin (6/7)

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM– Dua tersangka kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya, William Kodrata dan Loe Mei Lien akhirnya ditangkap di Villa Puncak Trawas Jawa Timur, Sabtu (4/7).

Kedua tersangka tersebut, ditangkap oleh Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT dan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Dan hari ini, Senin (6/7) kedua tersangka telah tiba di Kantor Kejati NTT, Kupang.

Keduanya tersandung perkara Tindak Pidana Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja pada Bank NTT Cabang Surabaya sebesar Rp 139 Miliar tahun 2018 dengan estimasi kerugian negara senilai Rp 127 Miliar lebih.

“Tersangka ini berpindah-pindah. Tim kami, tim pemburu berkali-kali berhubungan dengan RT/RW setempat untuk menjangkau kondisi dan bagaimana mereka tinggal berpindah-pindah. Dan akhirnya berhasil ditangkap,” ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Yulianto Senin (6/7/2020) siang.

Yianto mengatakan, tersangka Loe Mei Lien pada saat penangkapan menggunakan jilbab atau atribut umat muslim untuk melabuhi tim pemburu.

“Loe Mei tersangka ini pakai jilbab. Padahal yang bersangkutan beragama non muslim. Itu salah satu trik yang dilakukan tersangka untuk mengelabuhi tim pemburu kami. Tetapi akhirnya berhasil ditangkap,” kata Yulianto.

Setelah melakukan penangkapan kepada Loe Mei Lien, Tim Pemburu Kejaksaan langsung melakukan penyitaan terhadap rumah tersangka.

“Kedua tersangka ini, masing-masing ajukan kredit Rp 10 Miliar, Rp 10 Miliar. Jumlahnya 20 Miliar. Tapi faktanya mereka berdua hanya mendapatkan Rp 6 Miliar. Sisanya Rp 14 Miliar itu diterima oleh Stefanus Soleiman. Ini berdasarkan keterangan para tersangka yang berhasil kita tangkap. Mereka berdua pasangan suami istri,” jelas Yulianto.

Katanya, sejak Minggu (5/7) Tim Penyidik atas izin Pengadilan Tipikor Surabaya, telah melakukan penyitaan sebuah rumah milik kedua tersangka.

“Saat ini sudah kita lakukan penahanan sebanyak 6 (enam) orang terhitung hari ini. Tinggal satu. Kita tetap lakukan pengejaran,” tegasnya.

Selain itu, total uang dan aset yang berhasil disita Kejati NTT hingga saat ini sudah mencapai Rp 115 Miliar.

Reporter: Eman Krova
Editor: Alvin Lamaberaf