Gubernur NTT: Ikan Kerapu di Riung Ngada, Bisa Menghasilkan RP 70 Miliar

Gubernur NTT memantau lokasi Tambak Ikan Kerapu di Riung Ngada
Ilustrasi, Gubernur NTT memantau lokasi Tambak Ikan Kerapu di Riung Ngada

MBAY, SURYAFLOBAMORA.COM- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Desa Sambinase Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT, Kamis (25/6).

Kedatangan Gubernur NTT bersama rombongan tersebut, untuk memantau langsung jutaan ikan jenis Kerapu di Tambak Ikan Kerapu di labuan Kelambu, Desa Sambinasi Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.

Katanya, ada satu juta ekor bibit ikan Kerapu ditabur pada bulan Januari di Labuan Kelambu pada Januari 2020.
Dari Satu juta ekor ikan kerapu tersebut, dianggap yang mati 300 ribu ekor, sehingga tersisa 700 ribu ekor. Dari 700 ribu ekor itu, dijual per ekor dengan harga Rp 100 ribu, maka ada Rp 70 miliar yang didapatkan.

Namun, jika dilepas bibit ikan Kerapu 3 juta ekor dan ada 30 persen hilang, maka ada sekitar Rp 140-300 miliar yang kita dapat dari sini, untuk pengembangan Koperasi Warning Bar.

“Belum lagi kalau pihak pengelola koperasi ini melakukan kerjasama dengan pihak luar, misalnya dengan restoran. Dijual per ekor Rp 2 juta, maka keuntungan bisa membantu PAD yang ada di Wilayah Kabupaten Ngada,” jelas Viktor.

Dikatakannya, pengembangan ikan Kerapu selain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga bermanfaat untuk memperbaiki gizi keluarga.

“Kalau gizi baik tentu imunitas baik pula. Untuk kelanjutan program ini, saya berharap masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Ngada, khususnya di wilayah Kecamatan Riung, harus jaga dan pelihara bersama potensi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Waning Bar yang merupakan kelompok pengelola pengembangan ikan Kerapu, Ibrahim Malik mengatakan, pengembangan ikan Kerapu milik Pemerintah Provinsi NTT tersebut, akan berdampak pada meningkatnya perekonomian para nelayan yang berada di wilayah ini.

“Ini menjadi sarana pembelajaran tentang manajemen pengembangan dan budidaya ikan Kerapu di wilayah ini,”paparnya.

Namun, Ibrahim Malik mengeluhkan, sejak dari bulan Desember 2019, makanan ikan Kerapu mengalami kekurangan. Pihaknya harus membeli di toko dan juga harus menangkap ikan lokal untuk membantu ketersediaan stok makanan ikan Kerapu ini.

Kedatangan rombongan Gubernur NTT tersebut diterima oleh Bupati Ngada, Paulus Soliwoa, Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, Wakil Ketua DPRD, Aloysius Soa, Kapolres Ngada, AKBP Rio Cahyo Widi, Dandim 1625/Ngada, Letkol Czi. Luqman Nur Hakim, serta segenap tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berada di wilayah Kecamatan Riung dan segenap rombongan Pimpinan OPD pada lingkup Pemkab Ngada .

Pantauan awak media Gubernur NTT bersama rombongan menggunakan 3 unit perahu motor nelayan tradisional menuju lokasi tambak ikan kerapu labuhan kelambu untuk melakukan kegiatan peninjuan tambak ikan Kerapu.

Laporan: Patricia
Editor: Alvin Lamaberaf