Enam Tersangka Kredit Macet Bank NTT Mangkir dari Panggilan Jaksa

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM- Enam Tersangka dugaan korupsi kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya, sampai saat ini, mangkir dari panggilan Kejaksaan Tinggi NTT.

Keenam tersangka itu yakni,
Mohammad Ruslan, Stefanus Soleman, Lo me Lin, Wiliam Kondrata, Siswanto kondrata dan Ihlam nurdianto. Sementara tersangka Yohanes Ronal Sulaiman, sudah ditahan Kejati NTT.

“Untuk tersangka Mohammad kita sudah layangkan surat panggilan untuk diperiksa besok. Keenam tersangka ini masih mangkir dari panggilan. Untuk upaya paksa, nanti kita lihat perkembangannya. Intinya, kita sudah lakukan pencekalan,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, Senin (22/6).

Kata Yulianto, hari ini Kejati NTT berhasil menyita uang sebesar Rp. 9.509.924.588 dari tersangka kasus korupsi kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya.

Uang dugaan kredit macet itu, disita di rekening Bank Negara Indonesia (BNI) Cibinong atas nama tersangka, Mohammad Ruslan.

“Dari hasil penelusuran, kita kirim tim ke Jakarta dan berhasil sita uangnya,” katanya.

“Modus operandi yang dilakukan tersangka dengan cara mengajukan kredit sebesar Rp 40 miliar ke Bank NTT. Namun, dalam perjalanan, kreditnya dinyatakan macetan hingga menimbulkan kerugian sebesar Rp 30 miliar,” ungkap Yulianto.

Selain uang, Kejati NTT juga telah mengajukan izin sita aset yang dikelola para tersangka berupa 26 bidang tanah yang tersebar di beberapa kabupaten di NTT. Khusus Kabupaten Kupang, tanah seluas 44 hektar, Surabaya 12 bidang tanah, Jakarta dua bidang tanah. Jawa barat, 4 bidang tanah dan Banten 1 bidang.

Reporter: Ama Ola
Editor: Alvin Lamaberaf