Propam Polda NTT Periksa Enam Penyidik Karena Diduga Peras Tersangka hingga Rp700 juta

Uang Rupiah
Uang Rupiah

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM –  Propam Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriksa enam penyidik dari Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus lantaran diduga memeras tersangka kasus korupsi. Mereka diduga meminta uang hingga ratusan juta rupiah.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Johanes Bangun.

“Ada enam anggota yang diduga melakukan pemerasan. Dari enam yang diperiksa itu, satu orang diduga menerima sejumlah uang tetapi (jumlahnya) tidak seperti yang disampaikan itu,” katanya seperti dikutip Media Indonesia, Kamis (18/6/2020).

Tersangka yang diduga menjadi korban pemerasan berinisial BT, satu dari enam tersangka kasus korupsi pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka pada 2018.

Lima tersangka lainnya dalam kasus korupsi tersebut ialah YN, EPMM, SDS, YKB, AKA, KAK, MB dan SB.

Namun, Kombes Johanes Bangun belum menyampaikan jumlah uang yang diperas karena masih dalam proses penyelidikan.

Kata dia, jika masyarakat memiliki bukti terkait dugaan pemerasan tersebut, diminta menyerahkannya ke Propam Polda NTT. “Kita transparan,” tukas Bangun.

Sehari sebelumnya, Kuasa Hukum BT, Joao Meco mengatakan  kliennya diperas oleh penyidik polisi sebesar Rp700 juta.

“Ada transfer ke nomor rekening dan nama orang yang menerima itu serta banknya jelas. Penyerahan uang kepada para polisi itu ada saksi, ada rekaman pelat mobil yang mereka pakai di mana lokasinya. Saksinya dua orang,” kata Joao Meco.

Kombes Johanes mengatakan, satu penyidik yang diduga melakukan pemerasan, berstatus terperiksa. “Kita akan melakukan sidang disiplin, sanksi terberat bisa dipecat,” ujarnya. Menurutnya, Kapodal NTT Irjen Hamidin selalu mengingatkan penyidik harus profesional, tidak melakukan pungli, apalagi pemerasan. (*)