TKI Asal NTT Dikabarkan Meninggal di Malaysia, Disemayamkan di KBRI

Ibu kandung korban Marinci Nissipini saat melapor di BP2MI Kupang
Ibu kandung korban Marinci Nissipini saat melapor di BP2MI Kupang

KUPANG, SURYAFLOBAMORA.COM– Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rita Mariana Nopus (23), dikabarkan telah meninggal di Malaysia pada Sabtu 13 Juni 2020.

TKI ini berasal dari Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.

Hal ini disampaikan ibu kandung korban Marinci Nissipini, ketika ditemui wartawan Rabu (17/6)/2020.

Kata Marinci, kematian putrinya diketahui keluarga, setelah majikan Malaysia, Ang Men Sen memberitahukan kabar duka ini kepada PT Alviana Perdana Jaya selaku Agen Perekrut.

Menurut Marinci, anaknya pergi menjadi TKI di Malaysia pada tahun 2017, melalui PT Alviana Perdana Jaya. Keberangkatan korban pun diketahui keluarganya.

“Saya tidak tahu. Kita dapat kabar dari agen PT Alviana Perdana Jaya. Saya waktu itu diberitahu agar segera ke Kota Kupang dengan membawa surat-surat asli milik korban. Saya tiba, baru baru tahu anak saya sudah meninggal,” ungkap Marinci.

Katanya, masa kontrak anaknya berakhir tahun 2021. Dan selama bekerja sebagai TKI, sudah dua kali korban mengirimkan uang sebesar Rp 16 juta.

Sebelumnya, keluarga juga sempat mendapat informasi bahwa korban mengalami sakit dan sempat dibawa ke rumah sakit di Malaysia.

“Semua berkas surat perjalanan menjadi TKI masih ada. Sedangkan PT Alviana Perdana Jaya juga telah membantu membawa jenazah anak saya dan disemayamkan di KBRI,”katanya.

Marinci berharap, jenazah anaknya segera dikirim kembali ke pihak keluarga di NTT.

Sementara Kasie Perlindungan dan Pemberdayaan UPT BP2MI Kupang, Matheus Suban mengatakan, pihaknya baru mendapat informasi kematian korban, setelah pihak keluarga dan PT Alviana datang melaporkan di kantornya.

“Korban terdata sebagai TKI resmi sampai tahun 2017. Dia sendiri yang melanjutkan kontraknya, jadi nanti kita akan koordinasi dengan pemerintah kembali,” kata Matheus.

Lanjutnya, seharusnya setiap TKI hanya melakukan kontrak kerja selama dua tahun. Jika masa kontrak sudah berakhir, TKI tersebut harus kembali untuk melakukan perpanjangan administrasi.

Selain itu, Novi dari PT. Alviana Perdana Jaya, mengaku akan bertanggung jawab memulangkan jenazah Rita Mariana.

“Kami bertanggung jawab moril, dan akan memulangkan jenazah sampai ke orangtua. Walaupun korban sudah melakukan kontrak kerja baru. PT kami sudah tutup atas moratorium yang dilakukan, tetapi kami akan bertanggung jawab,” kata Novi.

Reporter: Eman Krova
Editor: Alvin Lamaberaf